Gubernur BI Agus Martowardojo membantah kekhawtiran tersebut. Menurutnya, banyak hal yang berbeda dari kondisi di 1998 dan kondisi saat ini. Terutama adalah di sisi pasar keuangan.
"Saya mau informasikan, jangan samakan krisis yang terjadi pada tahun 1997 dan 1998 dengan apa yang terjadi sekarang," tegas Agus Marto saat ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (6/9/2013)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahun 1997 dan 1998 itu perbankan itu lemah. Pengelolaan keuangan tidak menjunjung tinggi tata kelola yang baik. Pemegang saham bermain tidak tertib. Sekarang semua sehat," jelasnya.
Agus Marto mengatakan, semua negara akan berdampak dari ketidakpastian perekonomian dunia. Namun, Indonesia menurutnya akan terus dilakukan koordinasi baik dari BI dan pemerintah serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
"Semua akan berdampak. Secara umum gejolak dan menekan Indonesia. Dan Indonesia melalui koordinasi yang baik dan saya optimistis membawa kebaikan," ujar Agus Marto.
(mkl/dnl)











































