Ia menuturkan, ketika tahun 2008, cadangan devisa yang dimiliki hanya sebesar US$ 53 miliar. Saat itu banyak pihak yang menilai tidak cukup.
"Aman, sebetulnya karena gini tahun 2008. Cadangan devisa kita hanya US$ 53 miliar tapi kan orang sama-sama orang nabung. Ya tabungan kita US$ 50 miliar kita bilang nggak cukup nih," ungkap Chatib di Gedung DPR, Jakarta, Senin (9/9/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini pemerintah berupaya meningkatkan devisa dengan melakukan bilateral swap agreement (BSA). Ini adalah sebuah fasilitas bantuan keuangan jangka pendek dalam bentuk penukaran mata uang asing yang bertujuan untuk memperkuat cadangan devisa negara yang mengalami kesulitan neraca pembayaran jangka pendek.
Skema ini dilakukan dengan tiga negara kawasan. Satu yang sudah diketahui adalah Jepang dengan nilai US$ 12 miliar. Sementara dua negara lainnya masih dijajaki oleh pemerintah RI.
"Bilateral swap baru dengan Jepang, kan sudah di announce US$12 miliar. dengan yang lain saya tidak mau sebutin negaranya, yang penting sudah ada pembicaraan internal seperti itu, jadi nanti kalau ada kejuata berkaitan dengan qe kita punya resque packaged yang bagus ya," paparnya.
(/)











































