"Menurut saya bijaksana itu dinaikkan 25 bps dan itu dilakukan secara bertahap," ungkap Chatib di kantornya, Jakarta, Jumat (13/9/2013).
Chatib menjelaskan, dengan kebijakan tersebut artinya BI ingin ada pengetatan dari segi moneter. Sehingga berdampak pada penurunan harga-harga barang dan inflasi akan terkendali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian dari kebijakan itu, juga akan mendorong perbaikan defisit transaksi berjalan (current account defisit). Sebab, akan menurunkan impor.
"Untuk dampak terhadap current account defisit. Sekarang kan pertumbuhan ekonomi harus lebih lambat supaya impor yang selama ini tinggi itu turun. BI ikut atasi defisit karena BI rate naik, bunga kredit kan ikut naik dan akan mengurangi keinginan untuk impor barang," paparnya.
Ia menilai kebijakan BI dan pemerintah sudah sejalan. Dimana dua hal ini merupakan fokus yang harus diatasi dengan segera. "Dua hal ini menjadi fokus pemerintah dan BI ikut dalam hal ini. Pemerintah sepakat dalam kebijakan BI," pungkas Chatib.
(mkl/dru)











































