Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), Maryono menjelaskan pihaknya akan mengoreksi target penyaluran kredit akibat kenaikan BI Rate. Diakuinya sebesar 85% dari penyaluran kredit BTN bersumber dari Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
"Kita turunkan target kita yang semula tahun ini tumbuh 23%, mungkin akan tumbuh 20%. Saya agak lupa nilainya. Pokoknya segitu," ucap Maryono saat ditemui di Hotel Mandarin Oriental Jakarta, Jumat (13/9/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi memang risikonya akan akibatkan bunga kredit akan naik karena kita sudah tahan bunga kredit tidak naik. Tapi karena BI rate naik terus apa boleh buat kita akan meningkatkan," sebutnya.
Terkait kenaikan besaran uang muka (loan to value) untuk KPR ke-2 atau ke-3. Maryono menjelaskan umumnya sebanyak 95% pemohon KPR di BTN adalah calon nasabah yang belum memiliki rumah.
Sehingga kenaikan LTV KPR bertingkat ini, tidak berpengaruh signifikan terhadap penyerapan kredit. Soal non performing loan (NPL), Maryono menjelaskan BTN akan mengeluarkan strategi supaya kredit macet tetap terkendali pasca kenaikan suku bunga.
"Kita usahakan pengaruhnya kecil. Nasabah kita kan nasabah beli rumah yang pertama. Orang yang beli rumah pertama biasanya sangat serius kewajibannya," jelasnya.
(drk/dru)











































