Imbas Kenaikan BI Rate, BTN Turunkan Target Penyaluran KPR

Imbas Kenaikan BI Rate, BTN Turunkan Target Penyaluran KPR

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Jumat, 13 Sep 2013 16:47 WIB
Imbas Kenaikan BI Rate, BTN Turunkan Target Penyaluran KPR
Jakarta - Bank Indonesia (BI) telah menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin ke angka 7,25%. Kenaikan BI rate diproyeksi bakal mempengaruhi penyaluran kredit perbankan.

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), Maryono menjelaskan pihaknya akan mengoreksi target penyaluran kredit akibat kenaikan BI Rate. Diakuinya sebesar 85% dari penyaluran kredit BTN bersumber dari Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

"Kita turunkan target kita yang semula tahun ini tumbuh 23%, mungkin akan tumbuh 20%. Saya agak lupa nilainya. Pokoknya segitu," ucap Maryono saat ditemui di Hotel Mandarin Oriental Jakarta, Jumat (13/9/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kenaikan BI Rate tersebut menurutnya pasti akan berpengaruh pada suku bunga perbankan. Namun ia menyadari hal ini terjadi karena kondisi perekonomian yang belum stabil.

"Tapi memang risikonya akan akibatkan bunga kredit akan naik karena kita sudah tahan bunga kredit tidak naik. Tapi karena BI rate naik terus apa boleh buat kita akan meningkatkan," sebutnya.

Terkait kenaikan besaran uang muka (loan to value) untuk KPR ke-2 atau ke-3. Maryono menjelaskan umumnya sebanyak 95% pemohon KPR di BTN adalah calon nasabah yang belum memiliki rumah.

Sehingga kenaikan LTV KPR bertingkat ini, tidak berpengaruh signifikan terhadap penyerapan kredit. Soal non performing loan (NPL), Maryono menjelaskan BTN akan mengeluarkan strategi supaya kredit macet tetap terkendali pasca kenaikan suku bunga.

"Kita usahakan pengaruhnya kecil. Nasabah kita kan nasabah beli rumah yang pertama. Orang yang beli rumah pertama biasanya sangat serius kewajibannya," jelasnya.

(drk/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads