Mau Investasi di Surat Utang Pemerintah? Bunganya 8,5% per Tahun

Mau Investasi di Surat Utang Pemerintah? Bunganya 8,5% per Tahun

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Kamis, 19 Sep 2013 10:58 WIB
Mau Investasi di Surat Utang Pemerintah? Bunganya 8,5% per Tahun
Jakarta - Pemerintah akan kembali menerbitkan Obligasi Negara Ritel (ORI) tahun ini. Melalui ORI 010 ini pemerintah menawarkan kupon alias bunga sebesar 8,5% per tahun.

Tujuan penerbitan ORI 010 untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan APBN-P 2013 dan mengembangkan pasar Surat Utang Negara (SUN) domestik melalui diversifikasi instrumen sumber pembiayaan dan perluasan basis investor," kata Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Yudi Pramadi dalam siaran pers, Kamis (19/9/2013).

Masa penawaran ORI 010 berlangsung mulai 20 September sampai dengan 4 Oktober 2013. Pemerintah menetapkan besar kupon ORI009 sebesar 8,5%, dengan minimum pemesanan Rp 5 juta dan kelipatan Rp 5 juta, serta maksimum pemesanan Rp 3 miliar. Pembayaran kupon pertama dilakukan 15 November 2013.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Investor individu Warga Negara Indonesia (WNI) merupakan sumber pembiayaan pembangunan yang sangat potensial untuk dikelola guna mengurangi peran utang luar negeri secara bertahap dalam pembiayaan APBN. WNI diberi kesempatan untuk berperan dalam pembiayaan pembangunan sekaligus memperoleh pendapatan melalui kegiatan investasi pada instrumen yang aman," ujarnya.

Untuk memenuhi target penjualan dengan distribusi yang merata di seluruh Indonesia, Agen Penjual ORI tahun 2013 akan mengadakan kegiatan marketing ke-28 kota di seluruh Indonesia termasuk kota-kota di wilayah Indonesia Tengah dan Timur.

Masyarakat yang berminat membeli ORI010 dapat menghubungi 20 Agen Penjual yang telah ditunjuk yaitu Citibank, PT Bank ANZ Indonesia, PT Bank Bukopin Tbk, PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Bank Danamon Indonesia Tbk, PT Bank Intemasional Indonesia Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank OCBC NISP Tbk, PT Bank Panin Tbk, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk, PT Bank Permata Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank UOB Indonesia, PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, PT Trimegah Securities Tbk, Standard Chartered Bank dan The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd.

(ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads