Pemerintah Tetap Optimis Dapat Tutup Defisit APBN 2004
Jumat, 05 Nov 2004 13:46 WIB
Jakarta - Pemerintah optimis dapat menutup defisit dalam APBN 2004. Selain memenuhi semua target penerimaan dalam APBN 2004, pemerintah juga akan segera melepas saham-saham minoritas di sejumlah bank.Demikian disampaikan Menteri Keuangan Jusuf Anwar kepada wartawan usai salat Jumat di Departemen Keuangan (Depkeu), Jl. Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (5/11/2004)."Sekrang ini memang target belum tercapai, masih ada yang kurang. Tapi dalam 60 hari ke depan saya akan berusaha sekuat tenaga untuk mencapai target itu, jadi masih ada waktu," kata Jusuf.Jusuf mengatakan dirinya optimis dalam 60 hari terakhir ini semua target bisa terpenuhi. Menurutnya, selain menjual sisa saham pemerintah di Bank Danamon yang telah memberikan pemasukan kepada negara sebersar Rp 1,74 triliun, pemerintah juga sedang menyiapkan penjualan saham minoritas di bank-bank lain."Memang sekarang ini masih dilihat, belum bisa di-disclose. Namun beberapa bank sudah dalam perhitungan kita," kata Jusuf.Sebelumnya Ketua Komisi XI DPR, Paskah Suzetta, memperkirakan defisit dalam APBN 2004 akan membengkak dari target semula Rp 26,3 triliun menjadi Rp 40 triliun. Hal ini disebabkan banyaknya penerimaan negara, seperti perpajakan, yang hingga saat ini realisasinya masih jauh dari target.Jusuf juga mengungkapkan, pemerintah dalam menutup defisit APBN ini juga mengupayakan pencairan pinjaman dari program-program loan yang sudah disetujui.Saat disinggung soal hubungan dengan DPR, di mana Komisi XI juga mengeluarkan pernyataan menunda semua pembahasan legislasi dan bugeting, Jusuf mengatakan, hal tersebut bukan ancaman. Jusuf menegaskan sejauh ini hubungan DPR dengan pemerintah masih cukup bagus."Komisi XI tidak mengancam tapi memberikan penjelasan. Tidak ada ancam mengancam, semuanya berjalan normal dan sekarang kita masih menunggu," ungkap Jusuf.
(djo/)











































