Pendapatan premi masih menjadi penggerak utama dengan kontribusi sebesar Rp57,59 triliun, mewakili 80,17% dari total pendapatan. Total pendapatan premi ini sendiri tercatat naik 14,48% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 50,31 triliun.
Dengan perolehan pendapatan yang kuat, sepanjang kuartal kedua tahun 2013 ini, asuransi jiwa pun menuntaskan pembayaran klaim hingga Rp 35,37 triliun atau meningkat 21,81% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2012 yang mencapai Rp 29,04 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Angka ini juga menunjukkan bahwa asuransi jiwa dalam posisi ”Ready to Pay” bagi semua nasabahnya," kata dia dalam siaran pers, Jumat (27/9/2013).
Dia menguraikan, dari total klaim yang ada, klaim maturity atau polis yang berakhir masa kontraknya sebesar Rp 3,85 triliun, turun 2,81% dibandingkan kuartal kedua 2012 sejumlah Rp 3,96 triliun.
Kemudian klaim meninggal dunia mencapai Rp 2,72 triliun, naik 43,76% dibandingkan kuartal kedua 2012 sejumlah Rp 1,89 triliun.
Selanjutnya, polis yang ditebus (surrender value) bernilai Rp 24,57 yang terdiri dari Full Surrender sebesar Rp 17,94 triliun dan Partial Withdrawal sebesar Rp 6,63 triliun.
Secara keselurahan surrender value mengalami kenaikan 23,56% dibandingkan dengan kuartal kedua 2012 yang mencapai Rp 19,89 triliun.
Diikuti Klaim medical Rp 2,8 triliun, naik 76,87% dibandingkan dengan kuartal kedua 2012 sejumlah Rp 1,58 triliun, dan klaim lain-lain turun 3,58% dari Rp 1,47 triliun menjadi Rp1,42 triliun.
Nini Sumohandoyo, Kepada Departemen Komunikasi AAJi menyebutkan, total tertanggung asuransi jiwa hingga kuartal kedua 2013 mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 54,55%, menjadi 87,19 juta orang dari periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 56,42 juta orang.
Kenaikan jumlah tertanggung terjadi baik pada tertanggung perorangan maupun tertanggung kumpulan. Tertanggung perorangan mengalami kenaikan sebesar 29,38% menjadi 12,79 juta orang dari posisi 9,88 juta orang pada periode sama tahun sebelumnya.
Jumlah tertanggung kumpulan juga mengalami kenaikan bahkan lebih tinggi hampir 60%, yakni sebesar 59,89%.
Per kuartal II-2013, jumlah tertanggung kumpulan mencapai 74,4 juta tertanggung, meningkat dibandingkan posisi pada kuartal II-2012 yang mencapai 46,53 juta.
"Peningkatan tertanggung karena sudah banyak perusahaan yang memasarkan asuransi mikro, walau nilai premi kecil, tetapi tertanggung banyak. Di sisi lain, perusahaan-perusahaan juga memikirkan biaya kesehatan yang kian meninggkat, maka dia memprotek karyawannya melalui asuransi," ungkap Nini.
Selain itu, peningkatan tertanggung juga dipengaruhi oleh perubahan demografi, antara lain semakin tingginya pertumbuhan kelas menengah.
"Tentu saja mereka sudah sadar asuransi dan investasi," kata Nini.
Dia menambahkan, saat ini jumlah tenaga pemasar yang dimiliki oleh industri asuransi jiwa nasional mencapai 342.051 tenaga pemasar.
Jumlah tersebut meningkat sebesar hampir 30%, yakni 29,86% dibandingkan jumlah tenaga pemasar pada kuartal II tahun 2012 sebanyak 263.394 tenaga pemasar.
(drk/ang)











































