Dahlan Sebut Bank Mandiri Bakal Suntik Bank Syariahnya Rp 200 Miliar

Dahlan Sebut Bank Mandiri Bakal Suntik Bank Syariahnya Rp 200 Miliar

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Kamis, 03 Okt 2013 11:24 WIB
Dahlan Sebut Bank Mandiri Bakal Suntik Bank Syariahnya Rp 200 Miliar
Jakarta -

PT Bank Syariah Mandiri (BSM) bakal disuntik modal hingga Rp 200 miliar oleh induk usaha, PT Bank Mandiri Tbk. Langkah ini dilakukan untuk memperbesar struktur permodalan BSM menjadi Rp 5 triliun.

Menteri BUMN Dahlan Iskan menjelaskan ketika permodalan telah tembus Rp 5 triliun, BSM bakal menjadi perbankan syariah dengan permodalan terbesar.

"Selama ini belum bisa bergerak di semua sektor jasa keuangan. Sebelumnya BSM masih ada hambatan karena kelas belum Rp 5 triliun, kurang Rp 200 miliar. Saya minta dipenuhi. Ini akan jadi bank besar. Akan dapat kepercayaan besar," ucap Dahlan usai rapat pimpinan Kementerian BUMN di Plasa Sarinah Jakarta, Kamis (3/10/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, nantinya BSM juga memiliki akses untuk mengelola dana dalam jumlah besar karena permodalan sudah tembus di angka Rp 5 triliun.

"Nanti dana haji. Yang menurut undang-undang harus ditaruh di bank syariah saat ini belum terealisasi kerena bank syariah belum memenuhi standar modal bank (Rp 5 triliun)," jelasnya.

Suntikan ini diambil sumber dana internal Bank Mandiri. Dahlan juga menjelaskan ide awalnya, bank-bank syariah BUMN digabungkan untuk memperkuat permodalan. Namun seiring berjalannya waktu karena perbedaan visi antar bank syariah BUMN, opsi yang paling memungkinkan adalah memperkuat struktur permodalan BSM.

"BSM akan jauh lebih besar meninggalkan lain. Dia yang modalnya mendekati Rp 5 triliun. Untuk push Rp 5 triliun, tinggal 1 langkah lagi," sebutnya.

Secara terpisah, Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi menanggapi positif permintaan Dahlan. Bank Mandiri sedang mengkaji upaya penambahan permodalan di anak usahanya tersebut.

"Itu cukup bagus dampaknya bukan hanya untuk BSM tapi untuk perbankan secara umum jadi ide Pak Dahlan adalah ide bagus," ucap Budi.

Menurutnya memperoleh dana Rp 200 miliar bisa dilakukan dengan beberapa Cara. Seperti melalui pinjaman hingga Initial Public Offering
(IPO).
Β 
"Perhitungan-nya sekitar Rp 200 miliar. Itu angka yang reasonable untuk dapet," sebutnya.

Menurutnya penambahan modal ke BSM belum bisa dilakukan tahun ini. Bank Mandiri sebagai induk usaha harus melaporkan rencana penambahan modal ke Bank Indonesia terlebih dahulu.

"Bank nggak bisa langsung eksekusi harus masukin rencana bisnis bank, harus masukan capital market jadi nggak bisa dipastikan tahun ini," sebutnya.

Harapannya pasca penguatan struktur modal, BSM bisa mengelola dana haji yang jumlahnya terbilang besar. "Itu bisa membawa masuknya dana haji itu ide yang baik. Saya tahu itu besar," jelasnya.

(hen/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads