Terbang ke Makassar Resmikan Kantor Bank DKI, Jokowi: Tak Ada Survai-survei

Terbang ke Makassar Resmikan Kantor Bank DKI, Jokowi: Tak Ada Survai-survei

Muhammad Nur Abdurrahman - detikFinance
Jumat, 04 Okt 2013 13:10 WIB
Terbang ke Makassar Resmikan Kantor Bank DKI, Jokowi: Tak Ada Survai-survei
Foto: Jokowi di Makassar
Makassar - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menghadiri peresmian Kantor Cabang Bank DKI di Makassar, di jalan Ratulangi, Makassar, Jumat (4/10/2013). Dalam peresmian ini, Jokowi didampingi Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo dan Ketua DPRD Sulsel Mohammad
Roem memukul gendang dan menggunting pita tanda peresmian kantor cabang pertama di luar pulau Jawa.

Menurut Jokowi, yang ditemui wartawan di sela peresmian Bank DKI, kedatangannya di Makassar tidak berkaitan dengan wacana pencapresannya
nanti.

"Tidak ada urusan dengan survai-survei, tidak ada kaitannya dengan popularitas-elektabilitas, saya datang mau ngurus Bank DKI buka cabang
di Makassar, saya paling senang kalau didampingi istri saya, (ditanya) siapa yg akan jadi pendampingnya," ujar Jokowi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Usai meresmikan Bank DKI, Jokowi langsung dikerubuti puluhan tamu undangan untuk berfoto bersama Jokowi. Sewaktu Jokowi masuk ke dalam ruangan untuk mengganti kemeja batiknya dengan kemeja putih yang akan digunakan Jokowi untuk shalat Jumat, puluhan tamu undangan yang didominasi kelompok ibu-ibu menunggui Jokowi keluar.

Sementara itu, Dirut Bank DKI Eko Budiwiyono yang ditemui detikFinance menyebutkan pihaknya sengaja mendatangkan Jokowi di Makassar untuk
memancing calon-calon nasabah untuk mau menabung di Bank DKI.

Eko menargetkan di tahun pertama kantor cabangnya di Makassar sudah Break Event Point (BEP) dan capaian aset mencapai Rp 250 miliar.
Setelah berhasil membuka kantor cabang di Makassar, Bank DKI akan mengekspansi daerah Palembang dan Pekanbaru.

"Alasan kami membuka cabang di Makassar melihat Makassar adalah center point perkembangan Indonesia timur, pertumbuhan ekonominya sekitar 8,7
persen paling tinggi se-nasional," pungkas Eko.

(mna/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads