"Hingga akhir tahun 2013, kita perkirakan pertumbuhan kredit di kisaran 20%, kalau sekarang 20% plus minus 2%, sampai akhir tahun, pertumbuhan kita mungkin sekitar itu, pelan karena ada pengaruh dari kenaikan suku bunga," kata Gubernur BI Agus Martowardojo dalam konferensi persnya di Gedung BI, Jakarta, Selasa (8/10/2013).
Agus menjelaskan, secara teratur dan sistematis, BI akan terus mengikuti perkembangan dan pertumbuhan kredit serta kesehatan pertumbuhan kredit. Tidak hanya kualitas kredit, tapi juga likuiditas dan rasio kecukupan modal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agus menyebutkan, stabilitas sistem keuangan tetap terjaga dengan dukungan ketahanan industri perbankan yang tetap solid di tengah berbagai tekanan.
Rasio kecukupan modal (CAR) tetap tinggi mencapai 17,89%, jauh di atas ketentuan minimum 8%, sedangkan rasio kredit bermasalah (NPL) tetap terjaga rendah di angka 1,99% pada bulan Agustus 2013.
"Hasil stress testing baik dari sisi likuiditas, kredit maupun permodalan juga mennjukkan ketahanan industri perbankan yang kuat terhadap risiko perlambatan ekonomi," kata Agus.
(drk/dru)











































