Direktur Utama Bank Mandiri Budi G Sadikin mengatakan Kenya adalah salah satu negara yang sukses menerapkan branchless banking dengan nama M-Pesa. Sehingga, cukup layak untuk dijadikan contoh.
"Kita sempat kirim orang ke Kenya untuk studi, karena contohnya yang paling terkenal itu namanya M-Pesa, itu yang ada di Kenya, dimana orang bisa akses jasa perbankan tanpa cabang atau istilahnya brachless banking," katanya kepada detikFinance, Selasa (15/10/2013)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Budi menjelaskan, Bank Mandiri memanfaatkan ponsel (teknologi) sebagai pengganti kantor cabang. Lewat ponsel bisa dilakukan kegiatan seperti menabung dan transfer uang. Namun nominal kegiatan masih di bawah Rp 1 juta.
"Kita baru ngeluarin e-money, jadi bisa transaksi pake handphone. Kenapa sok sekarang masih pakai rekening kan susah, transfer ke no HP aja. Sekarang bisa lewat sms ya baru bisa di bawah Rp 1 juta," jelasnya.
Ia menuturkan, layanan ini masih dalam tahap uji coba. Karena masih ada evaluasi untuk beberapa hal-hal teknis yang dimungkinkan ada kelemahan dan dikhawatirkan ada penyalahgunaan.
"Kepa sekarang baru di bawa Rp 1 juta, karena harus diketahui, ada ketakutan bisa jadi money laundry. Kan bahaya kan," sebutnya
Selain Mandiri, menurut Budi juga sudah ada 4 bank lainnya yang melakukan uji coba layanan ini hingga November tahun ini. Pelaksanaan uji coba adalah di Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan.
"Jadi Bank Mandiri dan 4 bank lain itu dilakukan di lokasi di Indonesia untuk branchless banking," kata Budi.
Β
(mkj/hen)











































