Laba bersih tersebut ditopang dari pendapatan bunga bersih yang melonjak hingga 23,4% dari Rp 11,20 triliun di September 2012 menjadi Rp 13,82 triliun di September 2013.
Penyumbang lainnya adalah pendapatan non-bunga (non interest income) yang tumbuh 24,2% dari Rp 5,75 triliun di kuartal III 2012 menjadi Rp 7,15 triliun pada kuartal III 2013.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Laba bersih itu tercapai karena ekspansi kredit yang terus tumbuh, dan pengelolaan aset yang semakin prudent serta efisien, sehingga pendapatan operasional naik secara signifikan," kata Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo, Jumat (18/10/2013).
Menurut Gatot, dengan pertumbuhan laba tersebut, BNI mampu meningkatkan rasio return on asset (ROA) dari 2,8% pada kuartal III 2012 menjadi 3,3% pada kuartal III 2013. Begitu pula dengan return on equity (ROE) yang juga menguat dari 19,7% pada kuartal III 2012 menjadi 21,8% pada kuartal III 2013.
BNI juga mampu membukukan peningkatan Net Interest Margin (NIM) dari 5,8% pada kuartal III 2012 menjadi 6,1% pada kuartal III 2013. Di samping itu, BNI juga berhasil menurunkan Cost to Income Ratio (CIR) dari 47,1% pada kuartal III 2012 menjadi 44,0% pada kuartal III 2013 dan Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) dari 72,0% pada kuartal III 2012 menjadi 66,8% pada kuartal III 2013. CIR dan BOPO yang semakin baik tersebut juga menjadi faktor penyumbang terbentuknya laba bersih BNI yang tumbuh 29,8% tersebut.
"Sinergi antara Business Banking dengan Consumer and Retail Banking secara konsisten terus kami perkuat. Kami melakukan ekspansi Business Banking pada industri-industri yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi sembari mengoptimalkan rantai nilai bagi para nasabah korporasi dan nasabah perorangan," tutur Gatot.
Sementara kredit yang dikucurkan BNI meningkat 27,3% yaitu dari Rp 184,48 triliun pada Kuartal III 2012 menjadi Rp 234,91 triliun pada Kuartal III 2013. Net NPL turun dari 0,8% pada Kuartal III 2012 menjadi 0,6% pada Kuartal III 2012, sedangkan Gross NPL turun dari 3,4% pada Kuartal III 2012 menjadi 2,4% pada Kuartal III 2013.
Namun BNI mencatatkan penurunan rasio kecukupan modal (CAR). CAR BNI pada Kuartal III 2013 turun dari 17,1% menjadi 15,7% sebagai konsekuensi ekspansi kredit.
"Namun CAR tersebut masih jauh melampaui syarat minimal yang diatur oleh regulator, sehingga BNI memiliki modal yang cukup untuk terus bertumbuh di masa mendatang," tutup Gatot.
(dru/ang)











































