Libur Lebaran, BRI Sediakan Dana ATM Rp 2 Triliun

Libur Lebaran, BRI Sediakan Dana ATM Rp 2 Triliun

- detikFinance
Selasa, 09 Nov 2004 21:16 WIB
Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) menyediakan dana sebesar Rp 1-2 triliun untuk mengisi jaringan ATM (Automatic Teller Mechine) di seluruh Indonesia selama musim libur lebaran. Selama libur lebaran yang juga diikuti libur kerja mulai 13-21 November 2004, meski akan menutup kantornya BRI telah mempersiapkan layanan bank 24 jam yang bisa diakses yang meliputi layanan ATM atau Phone Banking/Call BRI. Demikian diungkapkan oleh Yadi Supriatno, Corporate Secretary BRI dalam jumpa pers di kantornya JL. Jend Sudirman Jakarta, Selasa,(9/11/2004). Menurut Yadi, setiap satu ATM akan diisi dana sebesar Rp 200 juta per hari atau selama 9 hari libur lebaran tiap ATM akan disediakan dana sebesar Rp 2 miliar. "Jumlah ini dua kali lipat dibandingkan hari biasa untuk periode waktu yang sama," ujar Yadi. Total jaringan ATM BRI baik milik sendiri, ATM Bersama atau ATM Link atau yang memakai ATM mencapai sekitar 642 ribu ATM. Micro FinancePada kesempatan itu Yadi juga menjelaskan, bahwa untuk menyambut The International Year of Microcredit 2005 yang akan dicanangkan PBB (Persatuan Bangsa Bangsa) pada 18 November 2004 di Markas PBB New York, BRI akan mengadakan seminar internasional dengan tema "Creating Opportunities for the Poor through Innovation" di Nusa Dua Bali pada 1-3 Desember 2004. BRI pada kesempatan itu akan memaparkan konsep micro finance yang telah berlangsung di Indonesia. Konsep ini dinilai sangat relevan karena dalam kurun waktu 20 tahun terakhir keuangan mikro telah menjadi metode efektif untuk mengatasi kemiskinan dunia. Dari total penduduk dunia yang berjumlah 6,23 miliar sebanyak 1,2 miliar diantaranya hidup dibawah garis kemiskinan yakni mereka yang hidup dibawah US$ 1 per hari. Akibat kemiskinan tersebut 100 juta anak usia sekolah dasar tidak mendapat pendidikan, selain itu ada 29.000 anak mati setiap hari karena penyakit kurang gizi. Serta ratusan juta keluarga miskin terutama perempuan tidak mendapat akses pelayanan kesehatan. Sedangkan di Indonesia saat ini terdapat 38 juta penduduk yang hidup dibawah garis kemiskinan atau sekitar 18 persen dari total penduduk Indonesia. (ton/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads