Tercatat pada tahun 2012, penyaluran kredit hanya mencapai 0,6% dari keseluruhan total kredit. Sektor seperti pertambangan dan properti selalu menjadi tujuan utama penyaluran kredit bank.
"Perhatian dari perbankan masih sangat kecil. Kredit itu 0,6% dari keseluruhan kredit. Program pemerintah yang di bank dan KUR juga tidak tersalurkan dengan baik untuk para nelayan," ungkap Asisten Deputi Prasarana dan Program Hayati Kemenko Perekonomian Dwi Sursiwi, di kantornya, Jakarta, Senin (21/10/2013)
Selain itu, ia mengatakan bantuan sosial (bansos) juga tidak tersalurkan secara rutin. Alasan yang selalu dikemukakan adalah sedikitnya kelompok nelayan yang dapat membentuk lembaga keuangan mikro.
"Bansos itu belum efektif, karena hanya sedikit yang bisa bentuk lembaga keuangan mikro," ujarnya.
Harusnya ke depan dapat dibentuk lembaga keuangan non bank, yang dipersiapkan khusus untuk penyaluran kredit ke nelayan. Selain itu, lembaga ini juga dapat mendorong investasi.
"Untuk mendorong perikanan, perlu membuat lembaga keuangan non perbankan khusus untuk mendorong pembiayaan nelayan dan pertanian. Sebab selama ini sulit mencari kredit perbankan secara umum untuk sektor kelautan," paparnya.
(/)











































