Hal ini dilakukan untuk membantu masyarakat merancang program pensiun sejak dini.
Wakil Presiden Direktur & Chief Agency Manulife Indonesia Nelly Husnayati mengatakan, produk ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan perusahaan pemberi kerja akan program pensiun dalam membayar kompensasi pesangon karyawannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini program pensiun untuk korporasi. Minimal iuran Rp 4 juta per perusahaan per bulan. Program ini membantu perusahaan untuk memberikan kepastian dan jaminan hidup yang layak bagi karyawan saat tidak lagi bekerja di perusahaan tersebut," kata Nelly saat konferensi persnya di Jakarta, Selasa (22/10/2013).
Dia menjelaskan, untuk mengoptimalkan pengembangan dana program ini, Manulife Indonesia menyediakan beberapa pilihan investasi seperti pasar uang, US dolar, syariah, pendapatan tetap, dan saham.
"Perusahaan bisa memilih sendiri jenis investasinya bisa di pasar uang, pendapatan tetap, saham, USD dan syariah, boleh pilih diantaranya, porsinya pun bebas," kata dia.
Menurut data BPS Mei 2013, saat ini terdapat lebih dari 22 juta perusahaan di seluruh Indonesia dengan jumlah angkatan kerja mencapai 121,2 juta orang. Namun, dari jumlah itu hanya 7,5% dari orang Indonesia yang memiliki program employee benefits.
Nelly menambahkan, Manulife menyasar sedikitnya 3 sektor usaha, yaitu perusahaan sektor mining, banking dan manufaktur untuk program DPLK-PPUKP ini.
Per Juni 2013 saja, melalui program DPLK, Manulife sudah menarik 998 perusahaan dengan 322.000 karyawan. Aset yang dikelola sebesar Rp 6,2 triliun.
Untuk program Pesangon, Manulife memikili 659 perusahaan sebagai kliennya dengan jumlah 104.000 karyawan dan aset kelolaan sebesar Rp 1,9 triliun. Sementara untuk program kesehatan, asuransi jiwa dan sebagainya, Manulife memiliki 3.500 perusahaan sebagai klien, dengan 365.000 karyawan serta premi per Juni 2013 yang sudah didapat sebesar Rp 330 miliar.
Untuk asuransi jiwa, per Juni 2013 dana kelolaan tercatat sebesar Rp 31,8 triliun atau tumbuh 21% dibanding Juni 2012. Secara keseluruhan, asuransi jiwa plus asset manajemen, dana yang dkelola sebesar naik 29% menjadi Rp 49 triliun.
(drk/dru)











































