Pecahan US$ 100 Paling Sering Dipalsukan di Seluruh Dunia

Pecahan US$ 100 Paling Sering Dipalsukan di Seluruh Dunia

- detikFinance
Rabu, 23 Okt 2013 13:16 WIB
Pecahan US$ 100 Paling Sering Dipalsukan di Seluruh Dunia
Jakarta - Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed menyatakan pecahan US$ 20 paling kerap jadi sasaran upaya pemalsuan di negaranya. Hal ini terjadi karena pecahan US$ 20 paling sering digunakan di transaksi mesin ATM.

"Di AS uang US$ 100 pemalsuannya masih rendah. Di AS yang sering dipalsukan US$ 20 karena umum ditarik di ATM. Menarik US$ 20 marak di AS dan US$ 100 di seluruh dunia," ucap Direktur Bidang Uang Kertas The Fed Michael J. Lamber pada sosialisasi pecahan US$ 100 baru di Pacific Place, Jakarta, Rabu (23/10/2013).

Berbeda dengan Amerika, justru pecahan US$ 100 paling banyak dipalsukan di seluruh dunia. Melihat kondisi itu, The Fed menggandeng Kementerian Keuangan dan Dinas Rahasia Amerika merancang uang kertas pecahan US$ 100 dengan teknologi super canggih dan berbiaya mahal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami sudah desain ulang untuk selangkah lebih maju dari pemalsuan uang. Kemajuan teknologi dan aliran dolar Amerika yang semakin tinggi" ucap Lambert.

Ketika masyarakat merasa ragu terhadap keaslian uang kertas dolar AS. Tahap awal masyarakat bisa melihat informasi dan ciri-ciri uang dolar pada newmoney.gov.

"Jawabannya kalau menerima uang kertas palsu, anda periksa fitur keamanan asli atau nggak kalau nggak tahu Anda bisa pelajari newmoney.gov. Anda bisa ke kantor kepolisian dan Secret Service. Anda menuliskan nama dan tulis alamat Anda. Berikan uang palsu itu ke kantor polisi," sebutnya.

(feb/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads