Dahlan: Suap ke Bank Pemerintah Dilakukan Bertahap

Dahlan: Suap ke Bank Pemerintah Dilakukan Bertahap

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Kamis, 24 Okt 2013 11:08 WIB
Dahlan: Suap ke Bank Pemerintah Dilakukan Bertahap
Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan suap yang diberikan kepada bank pemerintah sebesar US$ 147.000 (Rp 1,5 miliar) dilakukan secara bertahap dalam lima tahun.

"Nah, ini kejadian kapan? 2005-2010 jumlahnya US$ 149.000 dolar selama 5 tahun, berarti tiap tahun berapa? Karena berapa bank jadi satu bank berapa? Kira-kira sama enggak ini," kata Dahlan usai rapat pimpinan BUMN di kantor Pelindo II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (24/10/2013).

Hadiah uang yang dianggap sebagai gratifikasi atau suap di AS, kata Dahlan, adalah pemberian hadiah dengan nilai di atas US$ 100 atau Rp 1 juta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nah, karena itu KPK memberi peraturan kalau ada ngasih hadiah di atas Rp 1 juta itu dianggap gratifikasi. Kelihatannya di patokan itu," imbuh Dahlan.

Dahlan sendiri sudah meminta PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) dan PT Bank Mandiri Tbk untuk mengusut hal ini. Selain bank BUMN, kata Dahlan, ada juga Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang terlibat.

"Saya minta BRI sama Mandiri untuk mengusut ini, yang BPD saya tidak berwenang. Jadi bank BUMN hanya melibatkan dua ini, sehingga bank-bank daerah saya tidak tahu bank mana saja," ujar Dahlan.

(ang/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads