Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 25 Okt 2013 07:02 WIB

Bagaimana Nasib Asuransi Dul dan Ahmad Dhani? Ini Penjelasan OJK

- detikFinance
Jakarta - Perseteruan kasus asuransi antara PT Prudential Indonesia dan musisi Ahmad Dhani belum juga tuntas. Hal itu terjadi karena masing-masing mengklaim jika pihaknya merasa benar. Meskipun mediasi sempat dilakukan dengan mendatangi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), namun tetap saja belum ada ujungnya juga.

Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank I (IKNB I) OJK Dumoly Pardede mengatakan, pihaknya merasa tidak lagi bisa ikut campur soal perseteruan ini. Menurutnya, OJK hanya bisa membantu sejauh mediasi saja. Untuk selanjutnya, kedua pihak yang paling tahu seperti apa kebenarannya.

“Itu kan Prudential sama Ahmad Dhani dong. OJK tidak bisa ikut campur di situ, itu antara provider dengan nasabahnya ya diselesaikan saja,” kata Dumoly saat berbincang bersama detikFinance di ruangannya, di Kantor OJK, Jakarta, dikutip Jumat (25/10/2013).

Dia menjelaskan, seperti yang telah disampaikan pihak Prudential bahwasannya hal-hal yang diributkan selama ini sebenarnya sudah tertulis lengkap di dalam perjanjian polis. Jadi, kata dia, kedua pihak harusnya sudah bisa menyelesaikannya secara jelas.

“Seharusnya bisa diselesaikan pihak Dhani dengan Prudential karena itu polisnya clear kok,” katanya.

Meskipun tidak menyebut secara ‘gamblang’ jika pihak Dhani bersalah, namun OJK menjelaskan jika dalam polis tersebut dituliskan apa saja yang layak jika suatu asuransi bisa diklaim.

“Saya tidak bisa bilang yang salah dan tidak salah, ini persoalan antara pemegang polis dengan prudential, mestinya bisa diselesaikan karena polis clear di situ, bagaimana membayarnya, apa saja yang mesti dibayar, apa yang layak dan nggak layak dibayar,” kata dia.

Menurut Dumoly, untuk menghindari permasaahan yang lebih panjang, ada baiknya pihak Jasa Marga, Perhubungan, dan Kepolisian ikut mengusut kasus ini. Dari situ, lanjut dia, akan terlihat apa sebenarnya yang terjadi. Hal itu akan membuktikan apakah klaim atas asuransi Dul bisa dicairkan.

“OJK nggak bisa lagi ikut campur karena apa, di situ pihak yang melanggar hukum tidak dibayar polisnya. Nah yang melanggar hukum itu yang bisa menentukan itu pihak lain bukan Prudential bukan Ahmad Dhani tapi pihak jalan tol berarti Jasa Marga, ada Perhubungan, ada kepolisian. Nah, pihak-pihak ini yang menentukan itu,” ungkapnya.

Di kesempatan sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) OJK Firdaus Djaelani menilai, tidak dibayarnya klaim asuransi tersebut disebabkan kecelakaan yang menimpa Dul terjadi karena kelalaian sehingga perusahaan asuransi tidak wajib membayar klaim.

"Kalau kecelakaan yang disebabkan oleh kelalaian si pengemudi, tidak wajib dibayar klaimnya. Pasti sebelumnya juga sudah ada dalam perjanjian," ujarnya.

Dia menjelaskan, dalam industri asuransi, antara pembeli dan penjual sudah ada perjanjian tertulis secara detail apa saja yang harus dipenuhi termasuk pengecualian klaim.

"Nggak dibayar oleh perusahaan asuransi mungkin karena penyebab kecelakaan itu sendiri, dalam kasus Dul, dia sendiri yang mengendalikan mobilnya padahal dia masih di bawah umur, pastinya juga nggak punya SIM, ini berefek ke sana, jadi itu ya emang begitu," terangnya.

Firdaus juga menambahkan, apalagi saat ini kasus Dul diduga sebagai pelanggaran hukum. Namun, sebagai otoritas pihaknya akan terus mempelajari terkait kasus ini.

"Kalau kecelakaan biasa sih, biasanya dibayar. Itu mungkin karena kasusnya melanggar UU, kemungkinan itu. Untuk sementara sih itu kemungkinannya. Tentunya nanti akan kita pelajari," kata Firdaus.

Dari pihak Prudential, Nini Sumohandoyo, Corporate Marketing & Communications Director dari PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) menyatakan, pihaknya memiliki aturan dalam melindungi kerahasiaan data seluruh pemegang polis. Dia juga enggan menyebutkan alasan kenapa klaim asuransi tersebut tidak bisa dicairkan.

“Prudential Indonesia memiliki aturan dalam melindungi kerahasiaan data seluruh pemegang polis kami. Atas dasar tersebut kami tidak dapat memberikan informasi atau pun pernyataan apa pun terkait dengan pemegang polis maupun manfaat yang diperoleh masing-masing pemegang polis,” terangnya.

Pihak Ahmad Dhani juga angkat bicara. Ahmad Dhani masih mempertanyakan mengapa asuransi menolak mengganti biaya berobat Dul di rumah sakit. Menurut Dhani, alasan pihak asuransi tak kuat.

Dhani menyebut asuransi menolak membayar ganti rugi karena Dul termasuk dalam kasus pelanggaran hukum. Namun hal itu disanggah Dhani.

"Saya sangat menyesalkan kenapa asuransi tidak mau membayar. Pihak mereka beralasan ini adalah pelanggaran hukum, sementara mereka belum membuktikan bahwa ini adalah pelanggaran hukum," papar Dhani.

Dhani mengaku cukup terkejut dengan penolakan tersebut. Menurut Dhani, biaya berobat Dul mencapai Rp 500 juta rupiah.

Sementara itu, seorang agen asuransi di Indonesia menyatakan, klaim asuransi Dul tidak bisa dicairkan karena Dul melanggar aturan yang diatur dalam polis.

"Kenapa klaim asuransi kecelakaan Dul tidak dapat diklaim atau dibayar oleh pihak asuransi yang digunakannya, karena yang bersangkutan (Dul) terlibat kasus pelanggaran hukum negara yaitu berkendara tanpa memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM) dan masih di bawah umur," kata agen asuransi yang tidak mau disebut namanya ini.

Menurutnya, dalam setiap polis asuransi di semua perusahaan asuransi dijelaskan, ada beberapa pasal-pasal yang dikecualikan oleh pihak asuransi atau hal-hal yang menyebabkan tidak bisa diklaimnya asuransi bagi seorang nasabah.

"Seperti melakukan tindak kejahatan atau percobaan tindak kejahatan oleh pihak yang berkepentingan atas polis. Ada pula tindakan kejahatan atau percobaan tindak kejahatan atau pelanggaran hukum atau percobaan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh peserta pada saat terjadinya penahanan atas diri seseorang termasuk peserta yang dijalankan oleh pihak berwenang," jelasnya.

Ditambahkannya, jadi dalam kasus Dul ini, Dul diduga melakukan pelanggaran hukum, karena mengemudikan mobil di bawah umur dan sudah pasti dia tidak memiliki SIM.

"Belum lagi jika di pengadilan dia terbukti bersalah, selain itu kasusnya dia sudah masuk dalam ranah hukum yang bisa mengakibatkan dirinya dihukum," ucapnya.



(drk/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com