"Kami bersyukur Bank BTN dapat mempertahankan sekaligus meningkatkan kinerja perseroan walaupun kondusi makro kurang kondusif," kata Direktur Utama BTN Maryono, Senin (28/10/2013).
Berdasarkan laporan keuangan perseroan per 30 September 2013 tersebut Bank BTN membukukan aset sebesar Rp 123,319 triliun atau tumbuh 24,87% dari posisi yang sama tahun 2012 yang sebesar Rp 98,756 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bank BTN mencatatkan Interest Income pada Triwulan III 2013 sebesar Rp 8,069 triliun atau tumbuh 19,87% dari posisi yang sama tahun 2012 yang sebesar Rp 6,731 triliun. Net Interest Income Perseroan tercatat Rp 4,134 triliun atau lebih baik dari posisi yang sama tahun 2012 yang sebesar Rp 3,534Triliun. Net Interest Income ini tumbuh 16,98%.
Kinerja Perseroan Triwulan III 2013 masih menunjukkan konsistensi Bank BTN pada core business dalam pembiayaan industri perumahan. Porsi pembiayaan pada kredit perumahan masih mendominasi dengan share 86,12% dari total kredit yang disalurkan Perseroan selama Triwulan III 2013 sebesar Rp 83,138 triliun. Sementara sisanya yang sebesar 13,88% atau sebesar Rp 13,401 triliun disalurkan untuk pembiayaan kredit non perumahan.
(dru/hen)











































