"Di tengah situasi dengan berbagai tantangan yang ditandai oleh perlambatan pertumbuhan ekonomi, tekanan inflasi yang lebih tinggi dan melemahnya nilai tukar rupiah, BCA berhasil membukukan kinerja usaha yang memuaskan dengan posisi likuiditas dan permodalan yang kokoh," kata Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja di Hotel Kempinsky, Jakarta, Rabu (30/10/2013)
Pendapatan bunga bersih meningkat 24,7% yoy menjadi Rp 19,1 triliun yang ditopang oleh yield aktiva produktif yang lebih tinggi dan pertumbuhan kredit yang berkelanjutan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Total pendapatan bunga bersih dan pendapatan operasional lainnya meningkat 23,6% menjadi Rp 24,5 triliun pada sembilan bulan pertama 2013 dari Rp 19,8 triliun periode yang sama tahun lalu.
Peningkatan dana rekening transaksi berhasil mendorong pertumbuhan dana pihak ketiga. Dana rekening transaksi naik 13,3% yoy mencapi Rp 322,2 triliun yang selanjutnya mendukung pertumbuhan dana pihak ketiga sebesar 11,9% yoy menjadi Rp 400,4 triliun pada September 2013.
Saldo CASA berkontribusi lebih dari 80% terhadap total dana pihak ketiga. Dana giro meningkat menjadi Rp 103,8 triliun, naik 20,6% yoy sedangkan tabungan tumbuh 10,1% yoy menjadi Rp 218,3 triliun. Sementara itu dana deposito sebesar Rp 78,2 triliun atau naik 6,6% yoy dari Rp 73,4 triliun pada September 2012.
"Itu sejalan dengan kenaikan suku bunga deposito secara bertahap sejak Mei 2013," sebutnya.
Sementara itu, BCA mencatat pertumbuhan kredit di semua segmen sebesar 25,8% menjadi Rp 299 triliun pada sembilan bulan pertama tahun 2013. Sementara dibandingkan periode yang sama tahun 2012, kredit hanya sebesar Rp 237,7 triliun.
Jahja mengatakan pertumbuhan kredit ditopang dari pertumbuhan kredit konsumer tercatat sebesar 30,1% secara year on year (yoy) menjadi Rp 85,1 triliun.
Kredit konsumer terdiri dari Kredit Perumahan Rakyat (KPR) tumbuh sebesar 30% yoy menjadi Rp 52,5 triliun dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) tumbuh 33,6% yoy menjadi Rp 25,8 triliun
"Pertumbuhan KPR 2012 sebesar 50%. Tahun ini 27-30% memang besar," kata Jahja.
Sementara itu kredit komersial & ukm meningkat 23% menjadi Rp 114,9 triliun sedangkan kredit korporasi naik 25,5% menjadi Rp 99 triliun. Sedangkan rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (LDR) BCA meningkat menjadi 73,9% pada September 2013 dari 65,7% pada tahun lalu.
"Kami terus mencatat pertumbuhan kredit dari nasabah kami yang memiliki reputasi baik dan mencapai pertumbuhan berkelanjutan dari bisnis perbankan transaksi selama sembilan bulan pertama 2013," paparnya.
(mkl/dru)











































