Peningkatan laba bersih perseroan ditopang dari pendapatan bunga bersih yang tumbuh 13% yoy menjadi Rp 4,03 triliun. Sementara itu pendapatan berbasis biaya (fee based income) naik 20% yoy menjadi Rp 972 miliar dengan didukung kinerja yang kuat di sisi pendapatan provisi dan komisi dan juga pendapatan transaksi perdagangan.
Perseroan mencatat total pendapatan operasional mencapai Rp 5 triliun, 14% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 4,3 triliun dengan didorong oleh pertumbuhan yang baik pada pendapatan bunga bersih dan pendapatan berbasis biaya (fee based income).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dana pihak ketiga termasuk pendanaan Syariah meningkat 34% yoy menjadi Rp 123,1 triliun. Perbankan konvensional Bank Permata mencatat pertumbuhan dalam dana murah (CASA) sebesar 12% yoy menjadi Rp 42,2 triliun dan dalam deposito berjangka sebesar 44% yoy menjadi Rp 69,4 triliun.
Bank Permata juga menunjukkan rasio Non Performing Loan (NPL) yang membaik. NPL gross dan net masing-masing tercatat 1,1% dan 0,3% dari 1,5% dan 0,4% di tahun sebelumnya.
Sementara itu Bank Permata juga mempertahankan tingkat permodalan yang sehat terhadap Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) dan mengakhiri periode dengan Rasio Kecukupan Modal (CAR) sebesar sebesar 14,4%, naik 117 bps dibandingkan dengan tahun sebelumnya di tengah ekspansi kredit yang kuat.
Mengomentari pencapaian kinerja ini, Direktur Utama Bank Permata David Fletcher mengatakan tetap berkomitmen pada strategi perseroan untuk mendorong pertumbuhan yang berkesinambungan.
"Kami senantiasa menggunakan kekuatan neraca keuangan kami untuk meningkatkan dukungan pembiayaan kepada para nasabah dan tetap waspada terhadap dinamika yang terjadi melalui pendekatan konservatif dalam mengelola neraca dan kualitas aset," kata Fletcher dalam siaran persnya, Rabu (30/10/2013).
(dru/hen)











































