Indonesia-Jerman akan Bicarakan Debt Swap Tahap Ketiga
Kamis, 11 Nov 2004 17:30 WIB
Jakarta - Indonesia dan Jerman bulan depan akan kembali membicarakan program debt swap (pengalihan utang) tahap ketiga untuk program kehutanan dan lingkungan hidup. Jerman telah menyatakan kesiapannya untuk menjalankan program senilai euro 25 juta ini.Demikian disampaikan Deputi Menko Perekonomian bidang kerjasama Internasional, Jannes Hutagalung, kepad wartawan di gedung Departemen Keuangan, Jl. Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (11/11/2004).Jannes mengatakan, hingga saat ini rincian proyek untuk debt swap tahap III ini masih terus dibicarakan. Di mana terdapat dua alternatif proyek, yakni proyek untuk sektor kehutanan dan sektor lingkungan hidup.Sementara itu pemerintah Indonesia juga turut mengupayakan program debt swap dengan pemerintah Inggris senilai 200 juta poundsterling untuk program pengadaan 1000 bus, baik Damri atau PPD. Namun sejauh ini proyel itu belum terealisir karena Inggris masih menghendaki adanya pihak ketiga yang akan menjalankan proyek pengadaan bus tersebut.Awal pekan ini Jerman juga telah menghapus utang luar negeri Indonesia sebesar euro 23 juta sebagai pengganti kesepakatan pemerintah Indonesia menyediakan dana rupiah sebesar Rp 114,880 miliar, atau setara dengan 50 persen dari utang yang dihapuskan. Dana itu untuk membiayai proyek pembangunan SMP dalam rangka kebijakan wajib belajar 9 tahun di 54 kabupaten yang meyebar pada 14 propinsi di wilayah timur Indionesia.
(djo/)











































