Hal ini dilakukan untuk menumbuhkembangkan transaksi regional menjelang era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau ASEAN Economic Community (AEC) tahun 2015 mendatang.
Laporan dari kantor berita Bernama, Kamis (7/11/2013), mengungkapkan cabang ke-3 ini berlokasi di Medan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan potensi sumber daya alam Indonesia cukup besar dan sesuai dengan ekspansi Bangkok Bank yang turut mendorong kredit di sektor tersebut.
Cabang di Indonesia menyumbang laba yang cukup besar ketimbang cabang-cabang di negara lainnya. Hal ini membuat Bangkok Bank terus berekspansi di Indonesia.
Sayangnya ekspansi bank asing ini tidak selaras dengan ekspansi bank lokal di luar negeri.
Sampai saat ini bank asal Indonesia masih sulit membuka cabangnya di negara tetangga, seperti Singapura dan Malaysia. Hal ini diakui oleh PT Bank Mandiri Tbk, yang tak kunjung dapat izin.
"Kami kaget karena ada berita di Malaysia bahwa Bank Mandiri mundur mendirikan cabang di Malaysia. Itu tidak benar. Padahal kami ingin sekali punya cabang di Malaysia," jelas Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Pahala N. Mansury pekan lalu.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Mikro dan Ritel Bank Mandiri Heri Gunardi yang mengurusi masalah kantor cabang mengatakan, Bank Mandiri saat ini mempunyai 1.800 cabang dari Sabang sampai Merauke, namun masih sulit punya kantor cabang di luar negeri.
"Kami melihat potensi di negara-negara ASEAN," kata Heri.
(dru/dnl)











































