Ketua Umum APPI Suwandi Wiratno menyebutkan, kebijakan bank sentral untuk kembali menaikkan tingkat suku bunganya sebesar 25 basis poin ke angka 7,5% tidak menjadi hambatan sektor pembiayaan untuk terus tumbuh.
"BI Rate naik kan tidak lantas suku bunga pinjaman naik. Nggak akan langsung berpengaruh. Kita lihat bunga tinggi bukan hambatan untuk tumbuh," kata Suwandi kepada detikFinance di Jakarta, Selasa (12/11/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Peningkatan bunga kalau bicara antara 1-1,5%, kalau untuk di sepeda motor relatif cicilan hanya naik Rp 10 ribu-Rp 15 ribu per bulan. Pengaruhnya Rp 15 ribu tinggi nggak? Tidak kan. Saya rasa itu tidak signifikan untuk konsumen dalam menyikapi kenaikan suku bunga," terangnya.
Contoh lain untuk penjualan kendaraan roda empat, dengan kenaikan suku bunga 1%-1,5% tidak lantas menurunkan angka penjualan mobil.
"Bicara mengenai mobil, kenaikan suku bunga 1%-1,5%, kenaikan tidak signifikan. Misal harga mobil Rp 100 juta, kenaikan hanya Rp 80 ribu. Kalau kenaikan bunga hanya Rp 80 ribu, kurang lebih Rp 3.000 per hari, kan tidak terlalu signifikan juga," kata Suwandi.
Sementara itu, pihaknya optimis hingga akhir tahun 2013 penjualan kendaraan roda empat diperkirakan bakal menembus angka 1,2 juta unit. Untuk kendaraan roda dua kemungkinan bisa terjual hingga 7,7 juta unit.
Di tahun depan, perkiraan kenaikan penjualan kendaran bermotor akan sedikit lebih lambat hanya sekitar 5-10% atau lebih kecil dari sebelumnya yang mencapai pertumbuhan 20-30%.
(drk/dru)











































