Kondisi perekonomian saat ini memang sedang tidak stabil. Namun, gejolak pasar ini tidak berpengaruh terhadap bisnis perbankan yang khusus mencari nasabah-nasabah kaya seperti layanan prioritas atau priority banking.
Salah satu bank penyedia jasa layanan nasabah kaya yakni Bank Mega. Melalui MegaFirst, layanan yang diluncurkan pada 26 September 2012 lalu, nasabahnya semakin bertambah. Saat ini, sudah ada sedikitnya 13.500 nasabah kaya Bank Mega yang tersebar di seluruh Indonesia.
Head MegaFirst Bank Mega Linda S. Wirawan mengatakan, bisnis mencari nasabah-nasabah kaya di Indonesia selalu bertumbuh dari waktu ke waktu. Gejolak perekonomian saat ini, diakuinya tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan bisnis ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Linda menyebutkan, meskipun baru berjalan kurang lebih satu tahun, nasabah kaya Bank Mega sudah mencapai 13.500 nasabah di seluruh Indonesia. Hal ini membuktikan jika MegaFirst masih menjadi pilihan nasabah kaya untuk menaruh uangnya di Bank Mega.
"Nasabah kita sekarang ada 13.500 seluruh Indonesia, paling banyak di Jakarta," katanya.
Bahkan, pihaknya berambisi untuk bisa menjaring sedikitnya 80.000 nasabah kaya. Namun, untuk sampai akhir tahun ini pihaknya menargetkan bisa menarik hingga 15.000 nasabah kaya. Di tahun 2014, sedikitnya 30.000 nasabah kaya siap dijaring untuk terus meningkatkan target nasabah.
"Kita nantinya bisa sampai 80.000 nasabah. Kalau akhir tahun 15.000 mungkin. Tahun depan biasanya targetnya double dari 15.000 ke 30.000," kata Linda.
Dia menambahkan, dengan segala fasilitas menarik yang ditawarkan, pihaknya yakin akan mampu menjaring nasabah-nasabah kaya sebanyak-banyaknya. Apalagi, tambah dia, kebutuhan life style nasabah-nasabah kaya akan terus meningkat.
"Melihat pertumbuhan nasabahnya lumayan bagus dan karena tidak terlalu mahal jika Rp 500 juta dengan mendapatkan semua fasilitas sebenarnya untuk class middle di Indonesia itu sangat affordable, banyak yang tertarik terutama di kota-kota besar," tandasnya.
Jurus Cegah Pembobolan Dana
Berkaca dari beberapa kasus pembobolan nasabah kaya di perbankan beberapa waktu lalu, Bank Mega punya ‘policy’ khusus untuk menangkal pembobolan dana nasabah.
"Kita jaga supaya tidak ada kasus seperti pembobolan dana karena banyak sekali Personal Relationship Manager (PRM) itu mereka sangat smart, apalagi priority banking-kan seleksi untuk PRM lebih ketat, yang lebih penting mereka harus lebih bisa dipercaya," tutur Linda menambahkan.
Selain itu, ada teller khusus yang melayani nasabah-nasabah kaya ini. Sebelum transaksi sampai ke teller, ada 2 asisten yang memantau transaksi yang dilakukan nasabah hingga benar-benar setuju.
"Ada teller khusus, customer assistant yang membantu nasabah ada di belakang, ada recording untuk membantu transaksi aman, jadi harus melalui asisten sebelum dijalankan ke teller, jadi bukan dari marketing sendiri, ada 2 kontrol yaitu marketing instruksi dan marketing assistant konfirmasi dan baru jalankan ke teller, kalau sudah ada konfirmasi dari nasabahnya, uangnya dititipin kita secara aman," jelasnya.
Linda mengungkapkan, hal itu dilakukan untuk merekam segala jenis transaksi agar bisa dipantau secara aman karena nasabah kaya di bank mana pun punya risiko yang tinggi.
“Semua nasabah priority banking di bank manapun juga adalah high risk customer, dari Bank Mega terutama MegaFirst kita bikin policy, di cabang itu ada kerjasama dengan bagian operation, kita mencoba menyusun itu supaya itu tidak salah atau dalam tanda kutip ‘menipu’ nasabahnya," kata dia.
Hal lain yang tidak boleh dilakukan adalah PRM tidak boleh menerima transaksi secara langsung tanpa didampingi teller.
"Transaksi semuanya mengikuti pola transaksi di bank jadi misalnya seorang PRM MegaFirst tidak boleh menerima uang tunai tetap harus ada teller itu kita pasti ikut prosedur itu. Kalau misalkan nasabah besar menyuruh kita untuk menjemput uang ke rumahnya atau ke kantornya itu tidak boleh dilakukan oleh PRM itu harus ada teller," ujar Linda.
Untuk mencapai semua prosedur di atas, Linda menyebutkan, pihaknya melakukan seleksi ketat berupa training terhadap calon PRM yang melayani nasabah kaya. 3 poin utamanya adalah pintar, berpenampilan menarik, dan bisa dipercaya.
"Kita bikin training untuk semua PRM kita, team leader kita, manager branch kita. Dari 3 poin itu yang paling penting adalah dia melakukan apa pun terhadap uang nasabahnya atas persetujuan nasabahnya, dan kita menunjukkan itu ke nasabah bahwa kita itu bisa dipercaya," pungkas Linda. (drk/dru)











































