E-money adalah salah satu instrumen transaksi nontunai yang sedang digalakkan oleh Bank Indonesia selama beberapa tahun terakhir. Cita-citanya adalah melahirkan masyarakat less cash society, alias masyarakat yang seminim mungkin menggunakan uang tunai dalam bertransaksi.
Ronald bilang sejumlah bank dan penyedia jasa telekomunikasi telah memiliki fasilitas e-money.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Manfaat lain dari e-money adalah mengurangi biaya produksi pencetakan uang. E-money juga lebih aman, dan jika terjadi penyelewengan maka bisa terlacak karena terhubung dengan sistem.
"Produksi dan penanganan uang tunai sangat mahal, dengan e-money akan sangat efisien. Lalu juga lebih aman, jika ada pelanggaran pidana sangat mudah terlacak karena ada rekaman data tempat terjadinya transaksi," kata Ronald.
Salah satu bank yang memiliki fasilitas e-money adalah BRI dengan produk BRIZZI. Produk ini dirilis pada akhir 2011. Sejak diluncurkan hingga September 2013, sudah 1,5 juta kartu BRIZZI yang dimiliki masyarakat.
βBRIZZI adalah uang elektronik berbasis chip dan contactless. Dana yang tersimpan dalam BRIZZI maksimal adalah Rp 1 juta dan dapat digunakan tanpa registrasi terlebih dahulu,β kata Muhammad Ali, Sekretaris Perusahaan BRI.
Kartu BRIZZI, lanjut Ali, sudah bisa dipakai di berbagai tempat. Di antaranya adalah Trans Jakarta, Indomaret, Alfamart, pompa bensin Pertamina, dan sebagainya.
Ali optimistis perkembangan BRIZZI akan lebih baik. βMengingat customer base BRI yang cukup besar, maka potensi pengembangan e-money BRI sangat tinggi dan hal ini sangat memudahkan BRI untuk memasarkan produk e-money BRIZZI ini. BRI melihat trend penggunaan e-money akan semakin meningkat,β tuturnya.
Sedangkan bank yang menjadi pemimpin pasar untuk e-money adalah Bank Mandiri. Bank dengan aset terbesar di Indonesia ini memiliki produk e-Money Card, e-Toll Card, Indomaret Card, dan Gaz Card, yang per Agustus 2013 sudah dimiliki oleh 3,2 juta nasabah.
Selama Januari-Agustus 2013, Mandiri e-Money mencatat 73,6 juta transaksi dengan nilai nominal Rp 1 triliun. Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, jumlah transaksi tumbuh 55 persen sementara nominal tumbuh 104 persen. Pencapaian ini membuat Mandiri menguasai 81 persen pangsa pasar penerbit uang elektronik di Indonesia.
Mandiri e-Money dapat digunakan di berbagai tempat seperti pembayaran jalan tol, pembayaran parkir, Trans Jakarta, pompa bensin Pertamina, dan berbagai minimarket, restoran, hingga tempat wisata.
"Kami bersinergi bersama merchant-merchant ritel dengan jaringan luas untuk meningkatkan penggunaan e-money. Jadi, masyarakat semakin mudah mendapatkan Mandiri e-Money sekaligus isi ulang kartunya selain di kantor cabang Bank Mandiri," kata Hery Gunardi, Managing Direktur Micro and Retail Banking Bank Mandiri.
(DES/DES)











































