Perbankan Syariah Harus Perbanyak Pembiayaan di Sektor Riil

Perbankan Syariah Harus Perbanyak Pembiayaan di Sektor Riil

- detikFinance
Rabu, 20 Nov 2013 16:19 WIB
Perbankan Syariah Harus Perbanyak Pembiayaan di Sektor Riil
Yogyakarta - Jumlah penduduk muslim Indonesia yang mencapai 218 juta jiwa itu merupakan prospek besar dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Pertumbuhan pasar keuangan dari perbankan syariah nasional dari tahun ke tahun juga mengalami peningkatan.

Hanya saja, perbankan syariah belum banyak bergerak di bidang pembiayaan perdagangan dan investasi. Perbankan syariah lebih banyak bergerak pada pembiayaan jual beli.

Hal itu diungkapkan pengamat ekonomi syariah dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM), Taufikur Rahman, dalam Diskusi Sosialisasi Surat Berharga Syariah Negara di Auditorium BRI, di kampus FEB, Rabu (20/11/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Alokasi berbagai proyek untuk kepentingan rakyat dapat didanai melalui skema pembiayaan syariah," katanya.

Menurutnya sektor perdagangan dan investasi saat ini belum digarap serius perbankan syariah. Aset perbankan syariah saat ini tumbuh pesat dari tahun ke tahun.

"Tahun ini diperkirakan mancapai Rp 269 triliun, tumbuh 44 persen dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp 179 triliun," katanya.

Presentase pertumbuhan perbankan syariah, lanjut dia juga melebihi pertumbuhan industri perbankan nasional yang berkisar 20 persen per tahun. Hal itu berada di atas pertumbuhan keuangan global yang hanya berkisar 15-20 persen.

"Dari jumlah nasabah, sebesar 13,4 juta hingga bulan oktber 2012. Tumbuh 36,4 persen dari tahu 2011 yang hanya berjumlah 9,8 juta," katanya.

Taufik berpendapat perbankan syariah diusulkan tidak hanya bergerak di sektor moneter tapi juga di sektor riil termasuk penguatan governance kelembagaan syariah. Hal ini perlu dilakukan untuk lebih menguatkan fondasi ekonomi syariah.

"Sumber daya manusia juga harus disiapkan untuk menunjang industri keuangan dan ekonomi syariah dengan mendorong perguruan tinggi dan lembaga pendidikan tinggi lainnya untuk membuka prodi keuangan Islam," kata stap pengajar jurusan akuntansi itu.

Sementara Agus P Laksono dari Direktorat Pembiayaan Syariah, Kementerian Kuangan RI menambahkan kebutuhan akan keuangan syariah dan alternatif investasi mendorong perkembangan pasar keuangan syariah berkembang. Pemerintah sendiri telah menerbitkan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara dengan menyediakan alternatif investasi syariah yang banyak dibutuhkan oleh investor, baik syariah maupun konvensional.

(bgs/dru)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads