Bandingkan dengan perbankan, yang di Indonesia sudah dikenal sejak hitungan abad yang lalu. Saat ini, jumlah pemilik rekening di bank adalah sekitar 60 juta. Sangat jauh dengan pencapaian pemilik ponsel.
Tak heran apabila perangkat telekomunikasi sekarang telah dibidik sebagai alat pembayaran baru atau lebih dikenal dengan istilah m-money atau mobile money. Beberapa operator seluler telah bekerjasama dengan perbankan untuk memungkinkan pengguna ponsel bertransaksi jual beli tanpa duit tunai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alexander Rusli, President Director Indosat, mengatakan Indonesia merupakan negara yang kondusif untuk pengembangan layanan finansial digital. “Dengan populasi lebih dari 250 juta jiwa sedangkan penetrasi perbankan hanya 40%, Indonesia menjadi salah satu negara yang paling menarik,” katanya.
Dompetku dapat dijalankan dengan berbagai jenis ponsel dan bisa digunakan di lebih dari 5.000 lokasi. Tidak hanya untuk berbelanja, m-money bisa dipakai untuk pembayaran tagihan, pengisian pulsa, setor tunai, tarik tunai, atau pengiriman uang.
Layanan Dompetku sendiri sudah mendapat penghargaan sebagai Pengembang Layanan Mobile Money Terbaik Asia 2013. “Kami tidak berhenti sampai di sini dan akan terus mendukung segala upaya untuk memperluas program dan membangun basis pelanggan,” kata Alexander.
Provider seluler lainnya, Telkomsel, juga memiliki produk m-money yaitu T-Cash. Produk ini mulai diperkenalkan pada 2007. Saat ini pelanggan T-Cash berjumlah sekitar 14 juta, tetapi yang aktif bertransaksi ini hanya 150 ribu. Dalam sebulan, rata-rata terjadi 1.500-2.000 transaksi dengan nominal Rp 100-150 ribu per transaksi.
Pengisian saldo T-Cash bisa dilakukan di lebih dari 80 bank yang terdaftar di ATM Bersama. Sudah lebih dari 500 merchant yang bekerjasama dengan T-Cash.
“Kehadiran T-Cash sebagai alat pembayaran melalui ponsel dapat mempermudah masyarakat dalam bertransaksi secara cepat, mudah, dan aman. Pelanggan dapat melakukan berbagai transaksi tanpa perlu terjebak di antrian loket pembayaran karena transaksi dapat dilakukan secara remote dengan menggunakan ponsel, kapan pun dan di mana pun berada,” papar Ari Prasetyo, Head of Mobile Payment and Digital Money Telkomsel.
Namun, Ari mengakui bahwa pengembangan m-money di ponsel masih menjadi tantangan tersendiri. “Masih membutuhkan edukasi lebih lanjut, karena ini hal yang relatif masih baru. Masyarakat terlanjur begitu lama familiar dengan uang cash, sehingga perlu pemahaman lebih untuk mengubah paradigma dari cash menjadi digital,” ucapnya.
Meski demikian, Ari optimistis produk m-money dari ponsel lambat laun akan semakin dikenal masyarakat. Penetrasi ponsel yang begitu masif bisa mendukung perluasan produk ini. “Peluang untuk masuk lebih dalam masih sangat terbuka,” ujarnya.
(DES/DES)











































