Artinya masih ada 190 juta orang belum tersentuh perbankan atau unbankable dari total jumlah penduduk Indonesia 250 juta orang.
Sementara itu, saat ini pengguna telepon seluler (ponsel) sudah mencapai 240 juta orang sejak kemunculannya 18 tahun lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hery mengatakan, minimnya masyarakat yang punya rekening bank karena sulitnya menjangkau akses perbankan.
Untuk itu, perlu inovasi yang lebih mudah untuk bisa menjangkau akses perbankan salah satunya melalui layanan perbankan elektronik Mandiri e-cash, transaksi perbankan yang memanfaatkan teknologi mobile phone.
Layanan ini cukup mendownload aplikasi dengan menggunakan nomor ponsel untuk aktivasinya.
"Mandiri e-cash ini bisa untuk transfer ke antar bank, beli pulsa, bayar listrik, dan lain-lain," kata dia.
Saat ini, transaksi elektronik Bank Mandiri sudah mencapai 326 juta transaksi di periode Januari hingga September 2013. Angka itu merupakan 89% dari total transaksi di Bank Mandiri.
Hery menjelaskan, tingginya angka pengguna ponsel di Indonesia menjadi salah satu sasaran utama perseroan untuk menarik sebanyak-banyaknya masyarakat menggunakan Mandiri e-cash. Menurutnya, potensi pengguna transaksi elektronik di Indonesia sangat tinggi.
"Ada 240 juta user (pengguna ponsel). Setahun bisa lah kita raih 20 juta rekening dari angka itu. Ke depan kita bisa dapat 100 juta rekening lagi, kira-kira 5 tahun ke depan bisalah angka segitu," kata Hery.
Hery menambahkan, saat ini sudah terjadi pergeseran transaksi di perbankan dari manual ke elektronik.
"Sekarang di Mandiri hampir 90% transaksi bergeser dari cabang ke elektronik," tandasnya.
(drk/ang)











































