190 Juta Orang Indonesia Belum Kenal Bank

190 Juta Orang Indonesia Belum Kenal Bank

- detikFinance
Kamis, 21 Nov 2013 16:18 WIB
190 Juta Orang Indonesia Belum Kenal Bank
Yogyakarta - Masyarakat Indonesia saat ini masih belum 'melek' soal perbankan. Sejak munculnya sistem perbankan 250 tahun silam, baru 60 juta orang saja yang sudah terjangkau alias bankable.

Artinya masih ada 190 juta orang belum tersentuh perbankan atau unbankable dari total jumlah penduduk Indonesia 250 juta orang.

Sementara itu, saat ini pengguna telepon seluler (ponsel) sudah mencapai 240 juta orang sejak kemunculannya 18 tahun lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Artinya yang punya rekening baru sedikit tapi yang pakai handphone sudah lebih banyak," kata Direktur Micro and Retail PT Banking Mandiri Tbk (BMRI) Hery Gunardi saat acara Mandiri Media Training 'Peluang daan Tantantangan Industri Perbankan 2014,' di Hotel Santika Yogyakarta, Kamis (21/11/2013).

Hery mengatakan, minimnya masyarakat yang punya rekening bank karena sulitnya menjangkau akses perbankan.

Untuk itu, perlu inovasi yang lebih mudah untuk bisa menjangkau akses perbankan salah satunya melalui layanan perbankan elektronik Mandiri e-cash, transaksi perbankan yang memanfaatkan teknologi mobile phone.

Layanan ini cukup mendownload aplikasi dengan menggunakan nomor ponsel untuk aktivasinya.

"Mandiri e-cash ini bisa untuk transfer ke antar bank, beli pulsa, bayar listrik, dan lain-lain," kata dia.

Saat ini, transaksi elektronik Bank Mandiri sudah mencapai 326 juta transaksi di periode Januari hingga September 2013. Angka itu merupakan 89% dari total transaksi di Bank Mandiri.

Hery menjelaskan, tingginya angka pengguna ponsel di Indonesia menjadi salah satu sasaran utama perseroan untuk menarik sebanyak-banyaknya masyarakat menggunakan Mandiri e-cash. Menurutnya, potensi pengguna transaksi elektronik di Indonesia sangat tinggi.

"Ada 240 juta user (pengguna ponsel). Setahun bisa lah kita raih 20 juta rekening dari angka itu. Ke depan kita bisa dapat 100 juta rekening lagi, kira-kira 5 tahun ke depan bisalah angka segitu," kata Hery.

Hery menambahkan, saat ini sudah terjadi pergeseran transaksi di perbankan dari manual ke elektronik.

"Sekarang di Mandiri hampir 90% transaksi bergeser dari cabang ke elektronik," tandasnya.

(drk/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads