OJK Kenalkan Jasa Keuangan ke Ibu Rumah Tangga dan UKM

OJK Kenalkan Jasa Keuangan ke Ibu Rumah Tangga dan UKM

Herdaru Purnomo - detikFinance
Senin, 02 Des 2013 11:06 WIB
OJK Kenalkan Jasa Keuangan ke Ibu Rumah Tangga dan UKM
Nusa Dua - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membidik Ibu Rumah Tangga (IRT) dan Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk diperkenalkan kepada industri jasa keuangan.

Anggota Dewan Komisioner OJK bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Kusumaningtuti S Soetiono mengungkapkan kedua sasaran jadi target sosialisasi di 2014 mendatang.

"Ada 6 lapangan pembiayaan yakni bank, asuransi, pegadaian, dana pensiun, perusahaan efek dan pasar modal. Tingkat literasi keuangannya sangat rendah ini tantangan bagi kita," kata wanita yang akrab disapa Titu ini di sela acara, International Seminar on Financial Literacy di Hotel Grand Nikko, Nusa Dua Bali, Senin (2/12/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di tahun 2014 nanti target level akan dinaikkan yakni dengan memperkenalkan jasa keuangan ke ibu rumah tangga dan UKM," kata Titu.

Kenapa kedua sasaran tersebut? Titu mengungkapkan, IRT sangat dekat dengan jasa keuangan karena sebagai 'Menteri Keuangan' di setiap rumah tangga.

"IRT itu yang kelola keuangan. Dan dekat dengan anak-anak. Jadi nanti bisa membiasakan anak dekat dengan produk keuangan," ungkap Titu.

Sementara, sesuai dengan program OJK sejak sebelumnya UKM menurut Titu banyak sekali yang belum tersentuh jasa keuangan. Padahal, sambungnya jasa keuangan diperlukan oleh UKM.

Titu juga mengatakan, ke depan OJK siap memperkenalkan jasa keuangan dengan menggunakan mobil khusus. Adapun mobil ini bernama Financial Literacy Car.

"Jadi kita siapkan 20 mobil financial literacy untuk memperkenalkan jasa keuangan ke pelosok-pelosok. Kita berikan kurikulum langsung ke masyarakat," jelasnya.

Gelar Seminar International Literacy

OJK selama dua hari ke depan menggelar Seminar tingkat Internasional dalam hal Literasi Keuangan (Financial Literacy).

Ketua OJK Muliaman Hadad mengatakan seminar ini bertujuan untuk mencari cara bagaimana 'melek keuangan' masyarakat Indonesia bisa meningkat.

"Financial Inclusion (inklusi keuangan/melek keuangan) masyarakat Indonesia rendah. Hal ini perlu ditingkatkan," kata Dia.

Seminar ini menghadirkan beberapa tema yakni, Arah Strategis Literasi Finansial di Indonesia; Bagaimana Australia Mengembangkan Literasi Finansial; Mengapa Literacy Finansial Menjadi Isu Penting di Negara Berkembang dan masih banyak lagi.

Seminar ini juga menghadirkan pembicara dari seluruh dunia termasuk Bank Dunia dan Pejabat tinggi perbankan BUMN dan Swasta. Acara ini digelar di Hotel Nikko, Nusa Dua, Bali 2-3 Desember 2013.

(dru/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads