Cerita 4 Bos Bank Besar Ramai-ramai Masuk 'Dusun' Berebut DPK

Cerita 4 Bos Bank Besar Ramai-ramai Masuk 'Dusun' Berebut DPK

Herdaru Purnomo - detikFinance
Senin, 02 Des 2013 16:42 WIB
Cerita 4 Bos Bank Besar Ramai-ramai Masuk Dusun Berebut DPK
Nusa Dua - Industri perbankan tidak bisa lepas dari persaingan bisnis yang ketat. Berebut Dana Pihak Ketiga (DPK) menjadi salah satu yang paling sengit di antara mereka.

Namun kali ini, bank-bank seperti BCA, Mandiri, Citibank, dan Muamalat melalui bosnya masing-masing tampil tidak berebut nasabah dengan berjualan. Justru bagaimana mengedukasi nasabah secara bersamaan.

Direktur Utama BCA Jahja Setiaadmadja mengungkapkan edukasi kepada nasabah dan masyarakat menjadi hal penting kali ini.

"Isu unbankable itu sudah jadi isu nasional untuk itu kita bersama-sama harus satu tujuan dalam literasi keuangan (financial literacy) agar membuat masyarakat melek keuangan," kata Jahja di acara seminar OJK bertema 'Developing Financial Literacy and Its Impact to Economic Welfare'di Hotel Nikko, Nusa Dua, Senin (2/12/2013).

Dijelaskan Jahja, BCA dalam mengedukasi nasabah dan masyarakat menyiapkan 'amunisi' berupa perekrutan pegawai hingga 3.000 orang per tahunnya.

"Semua itu kita siapkan untuk terjun langsung ke masyarakat untuk mengedukasi, mengajak dan membujuk agar mau menggunakan jasa keuangan," ungkap Jahja.

Tak hanya itu, Jahja mengatakan dirinya pun masuk ke dusun maupun desa untuk tetap memberikan pengetahuan termasuk pelayanan kepada masyarakat.

"Saya pun masuk desa dan mengajak sekaligus memberitahukan banyak orang mengenai pentingnya layanan jasa keuangan," ungkap Jahja.

Di tempat yang sama, Presiden Direktur Citibank Tigor M Siahaan yang menjadi pembicara memiliki konsep yang tak jauh berbeda.

"Saya sendiri dan Citi masuk ke ibu-ibu, pengusaha UKM di desa sampai ke universitas demi edukasi," ungkap Tigor.

Dijelaskan Tigor, Citibank punya entrepreneurship awards, kemudian edukasi mature woman.

"Staf saya pun ikut terjun. 2.500 orang kira-kira ikut serta untuk mengedukasi masyarakat," kata Tigor.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin mengatakan Mandiri memiliki program wirausaha Mandiri dan tim mikro yang menjelaskan dan mengikat nasabah dengan ilmu keuangan.

"Saya pun mengajar. Tetapi bagaimanapun dan seberapa hebat mengajar jika tidak diikuti dengan praktek maka masyarakat tidak akan melek finansial," kata Budi.

Demikian pula dengan Direktur Bank Muamalat, Adrian Gunadi yang ikut mendidik masyarakat melalui layanan mikro Muamalat.

"Kita akan terus edukasi ke nasabah sekarang dan ke depan," tutur Adrian.

OJK selaku regulator terus mengajak industri keuangan baik bank dan non bank untuk bersama-sama memberikan edukasi ke nasabah. Hal ini dilakukan demi majunya ekonomi Indonesia menuju Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

(dru/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads