"Wanita memiliki lebih banyak pengetahuan soal uang dan mengelola uang ketimbang pria. Analisis yang dilakukan juga menunjukkan wanita lebih dominan untuk mengetahui lebih jauh soal uang ketimbang pria," kata Asisten Deputi Gubernur BI, Mulya Siregar di sela Seminar International Financial Literacy OJK di Hotel Grand Nikko Bali, Selasa (3/12/2013).
Dijelaskan Mulya, wanita sebagai ibu rumah tangga cocok dijadikan target dan sasaran untuk di-edukasi lebih jauh tentang jasa keuangan. Selain merupakan 'Menteri Keuangan' di rumahnya, wanita bisa mengedukasi secara langsung anak-anaknya mengenai pentingnya menabung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anggota Dewan Komisioner OJK bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Kusumaningtuti S Soetiono mengungkapkan kedua sasaran jadi target sosialisasi di 2014 mendatang.
"Ada 6 lapangan pembiayaan yakni bank, asuransi, pegadaian, dana pensiun, perusahaan efek dan pasar modal. Tingkat literasi keuangannya sangat rendah ini tantangan bagi kita," kata wanita yang akrab disapa Titu ini.
"Di Tahun 2014 nanti target level akan dinaikkan yakni dengan memperkenalkan jasa keuangan ke Ibu Rumah Tangga dan UKM," kata Titu.
Kenapa kedua sasaran tersebut? Titu mengungkapkan, IRT sangat dekat dengan jasa keuangan karena sebagai 'Menteri Keuangan' di setiap rumah tangga.
"IRT itu yang kelola keuangan. Dan dekat dengan anak-anak. Jadi nanti bisa membiasakan anak dekat dengan produk keuangan," ungkap Titu.
Sementara, sesuai dengan program OJK sejak sebelumnya UKM menurut Titu banyak sekali yang belum tersentuh jasa keuangan. Padahal, sambungnya jasa keuangan diperlukan oleh UKM.
Titu juga mengatakan, ke depan OJK siap memperkenalkan jasa keuangan dengan menggunakan mobil khusus. Adapun mobil ini bernama Financial Literacy Car.
(dru/ang)











































