Blusukan ini dilakukan dalam rangka menyapa para pedagang yang akan menukarkan uang yang sudah tidak layak edar dengan uang jenis pecahan yang berkualitas lebih baik.
"Uang layak edar tidak hanya bisa dinikmati oleh kalangan menengah atas yang berbelanja di pasar swalayan besar, tetapi juga dapat dinikmati di pasar-pasar tradisional oleh segala lapisan masyarakat," kata Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto, Rahmat Hernowo, Sabtu (7/12/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Petugas teller bank di Purwokerto kita buat beberapa kelompok yang kita sebar ke dalam pasar untuk langsung berinteraksi dengan para pedagang yang akan menukarkan uang yang sudah tidak layak edar dengan uang yang berkualitas baik. Kita juga menyediakan mobil kas keliling agar memudahkan pedagang yang akan menukarkan uang dalam jumlah besar," jelasnya.
Dalam kegiatan ini dia juga mengimbau agar masyarakat dapat mewaspadai peredaran uang palsu menjelang Hari Raya Natal, Tahun Baru 2014, dan Pemilihan Umum 2014. Kerena menjelang momen-momen besar tersebut sering dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk mencari keuntungan dengan mengedarkan uang palsu.
"Uang palsu kalau saat ini masih normal, artinya ada tetapi masih seperti yang sebelum-sebelumnya, belum ada frekuensi yang menunjukkan peningkatan," ujarnya.
Selain itu para teller bank blusukan untuk menemui para pedagang yang akan menukarkan uang, mereka berupaya menyosialisasikan cara mengenali uang asli kepada masyarakat. Bank Indonesia bersama Pemkab Banyumas juga menyerahkan gerobak sampah sebagai sarana kebersihan untuk menciptakan Purwokerto yang bersih dan nyaman. Adapula kegiatan Gerakan Indonesia Menabung yang dilakukan dengan edukasi keseluruh lapisan masyarakat yang belum terhubung dengan perbankan.
"Gerobag sampah diharapkan dapat menunjang kebersihan pasar sehingga menjadi daya tarik tersendiri dan dapat memperbaiki citra pasar. Bukan hanya uangnya saja yang bersih tetapi juga pasarnya, resik duite, resik pasare, apik lingkungane," ungkapnya menargetkan kegiatan ini.
Sementara menurut Sunarto, seorang pedagang sayur dipasar wage Purwokerto mengatakan, kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi para pedagang, karena selama ini perputaran uang di dalam pasar sangat tinggi dan hampir rata-rata uang yang beredar di pasar sudah lecek dan kusam, bahkan ada uang yang sudah sobek.
"Kadang kita dapat uang dari pembeli itu sudah kusam, malah ada yang sudah sobek, nah kita kadang bingung mau ditukar ke mana uang itu, kalau kita berikan lagi ke pembeli sebagai uang kembalian juga kasihan. makanya dengan adanya kegiatan ini sangat baik sehingga uang yang tadinya tidak layak dan kita simpan bisa kembali kita gunakan," ujarnya.
(arb/ang)











































