Menkeu: Defisit APBN 2004 akan Membengkak Hingga 1,5 Persen
Rabu, 24 Nov 2004 11:39 WIB
Jakarta - Defisit anggaran pada APBN 2004 diperkirakan akan membengkak hingga 1,5 persen dari PDB. Hal ini terjadi akibat membengkaknya subsidi terkait tingginya harga minyak dunia.Demikian disampaikan Menteri Keuangan, Jusuf Anwar, kepada wartawan usai acara Halal bi Halal karyawan di Departemen Keuangan (Depkeu), Jl. Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (24/11/2004)."Dengan adanya kenaikan harga minyak, target defisit 1,3 persen tidak akan tercapai. Tapi kenaikannya tidak terlalu banyak, paling banyak hingga 1,5 persen, itu perkiraan," kata Jusuf.Jusuf juga menyatakan, terkait pembengkakan defisit itu pemerintah dalam waktu 45 hari ke depan akan mencoba menekan pengeluaran dan memperbesar penerimaan. "Saya sudah perintahkan kepada Ditjen Pajak dan Bea Cukai untuk lebih intensif dalam menambal kebocoran dan mencari sumber-sumber penerimaan lain," tutur Jusuf.Menurut Jusuf, peemrintah juga akan menempuh sejumlah cara lain untuk menambal defisit pada APBN 2004. Usaha-usaha itu di antaranya dengan melepas kepemilikan saham pemerintah di sejumlah bank. Seperti di Bank Niaga dan Bank Permata. "Jadi jangan dijual semuanya sekarang, masa depan kita kan masih cukup panjang," tukas Jusuf.
(djo/)











































