Dahlan: Askes Disuruh Talangi Utang Rp 1,8 Triliun

Dahlan: Askes Disuruh Talangi Utang Rp 1,8 Triliun

- detikFinance
Senin, 16 Des 2013 13:20 WIB
Dahlan: Askes Disuruh Talangi Utang Rp 1,8 Triliun
Foto: Dahlan Iskan (dok.detikFinance)
Jakarta - Mulai Januari 2014, PT Askes (Persero) akan bertransformasi menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) di bidang kesehatan. Lembaga baru ini akan menarik premi dan menanggung biaya kesehatan masyarakat. Tapi ada ruginya Askes menjadi BPJS.

Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan, saat berubah menjadi BPJS, Askes bakal terbebani utang dari program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) milik pemerintah senilai Rp 1,8 triliun.

"Askes disuruh menalangi utang itu beratm karena besarnya Rp 1,8 triliun," kata Dahlan di kantornya, Jakarta, Senin (16/12/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Utang ini bersumber dari klaim rumah sakit swasta dan pemerintah yang belum terbayar dalam program Jamkesmas itu. Dahlan menjelaskan, BPJS Kesehatan berharap ada alokasi penganggaran pemerintah untuk melunasi utang dari program Jamkesmas ini. Karena utang ini bisa mempengaruhi kelangsungan program penjaminan kesehatan masyarakat.

"Ini nggak bisa ditagihkan BPJS Kesehatan. Ini cut off-nya bagaimana. Karena jangan sampai ada rumah sakit yang menolak BPJS dengan alasan yang lama belum dibayar. Nanti kesannya BPJS nggak sukses," jelasnya.

Mantan Dirut PLN ini berharap Kementerian Kesehatan mencari terobosan untuk melunasi tunggakan pembayaran kepada rumah sakit ini. Hal ini sangat diperlukan sebelum program BPJS Kesehatan berjalan di 2014. "Bagaimana atasi persoalan. Rumah sakit pemerintah dan swasta ini nggak kuat," sebutnya.

Dahlan juga menjelaskan, Askes telah menerima data-data program BPJS Kesehatan dari PT Jamsostek (Persero). Data ini nantinya memperkuat program BPJS Kesehatan.

Selain itu, Dahlan pernah menyebutkan Askes telah merancang program rayonisasi untuk rumah sakit dan Puskesmas rujukan berdasarkan tempat tinggal peserta. Sehingga ke depan tidak ada penumpukan pasien pada setiap Puskesmas atau rumah sakit. "Kedua, Askes sudah selesaikan rayonisasi data peserta berdasarkan wilayah cakupan Puskesmas," katanya.

(feb/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads