Tidak bisa dipungkiri, dengan makin populernya bitcoin, makin banyak pula transaksi yang bisa dilakukan. Mulai dari yang legal, seperti membeli produk sehari-hari, sampai yang ilegal.
Banyaknya transaksi ilegal ini dipicu oleh bebasnya penggunaan bitcoin. Selain bebas, transaksi bitcoin juga tidak meninggalkan jejak sehingga tidak bisa dilacak oleh siapapun. Pasalnya transaksi ini hanya melibatkan antara pembeli dan penjual, tidak lewat bank maupun pihak lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Situs majalah asal Australia itu juga menceritakan bahwa salah satu situs dewasa yang pembayarannya menggunakan bitcoin, yaitu R***t.om menjadi sangat popular di negeri kangguru tersebut. Bahkan, situs tersebut dianggap sebagai red light district-nya dunia maya di Australia.
Seperti layaknya situs s*******n.com, situs ini juga memfasilitasi para pemuda atau pemudi yang ingin mendapatkan bitcoin dengan cara memperlihatkan anggota tubuhnya melalui video atau webcam.
Sangat mudah membuat akun di situs ini, hanya perlu memasukan alamat dompet digital, setelah itu tinggal memilih wanita atau pria yang ingin dilihat video atau web cam-nya.
Transaksi-transaksi ilegal inilah yang dipercaya membuat nilai tukar bitcoin menjadi sangat tinggi. Awal tahun ini nilainya masih US$ 13 per bitcoin, bandingkan dengan bulan ini yang melejit hingga US$ 1.200.
Penilaian pemerintah dan bank sentral di seluruh dunia pun terbagi, antara pro dan kontra terhadap mata uang ini. Uni Eropa sudah mengeluarkan imbauan atas bahayanya bitcoin ini pekan lalu.
(ang/dnl)











































