8 Bank Besar RI Kerjasama Transaksi Repo

8 Bank Besar RI Kerjasama Transaksi Repo

Maikel Jefriando - detikFinance
Selasa, 17 Des 2013 15:57 WIB
8 Bank Besar RI Kerjasama Transaksi Repo
Jakarta - Bank Indonesia (BI) memfasilitasi 8 bank besar untuk transaksi Repo agar lebih mudah dan aman. Repo merupakan salah satu cara untuk memperkuat likuiditas masing-masing bank di dalam negeri.

Direktur Ekskutif Departemen Komunikasi BI Difi Johansyah mengatakan skema repo sudah lama ada. Akan tetapi karena pemanfaatannya relatif kecil, maka diatur upaya untuk peningkatan.

Delapan bank tersebut adalah Bank BCA, Bank Mandiri, Bank BNI, Bank Bukopin, Bank BRI, Bank Pan Indonesia, Bank Jabar dan Bank DKI.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"BI fasilitasi 8 bank yang selama ini aktif dalam transaksi repo untuk penyusunan standar perjanjian repo (Mini MRA) dan kemudian akan dikembangkan secara luas," ungkapnya di kantor pusat BI, Jakarta, Selasa (17/12/2013).

Penyebab ini belum dimanfaatkan adalah karena persyaratan perjanjian yang rumit. Sebagian besar masih menggunakan perjanjian bilateral. Mengingat GMRA Indonesia Annex yang mecakup transaksi repo masih dalam peyusunan.

"Dalam perjanjian itu banyak sekali ketentuannya. BI ini menyatukan gimana sebaliknya. Supaya nggak ribet tapi tetap aman. Jadi 27 pasal jadi 13 cukup lah," jelasnya.

Ini dapat mendukung pendalaman pasar uang rupiah dengan cara mendorong penggunaan kontrak standar dalam transaksi repo antar bank sehingga mempermudah pelaksanaan transaksi repo.

"Transaksi interbank market repo akan lebih berkembang, mendorong tercipatnya pasar uang bank yang lebih resilience terhadap gejolak sekaligus memberikan fleksibilitas yang lebih tinggi bagi perbankan dalam pengelolaan likuiditas," terangnya.

Difi mengatakan selama 7 tahun terakhir, transaksi repo relatif kecil dengan proporsi Β±3% dari transaksi Pasar Uang Antar Bank (PUAB) dengan rata-rata harian berkisar Rp 132 miliar.

"Terjadi pergeseran penggunaan undrlying asset dalam transaksi repo. Sebelum tahun 2010, underlying asset transaksi repo didominasi oleh instrumen SBIn sedangka sejak tahun 2012 lebih didominasi SBN," ujarnya.

(mkj/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads