Hatta Tak Mau Ekonomi RI 'Dihantui' Kebijakan di AS

Hatta Tak Mau Ekonomi RI 'Dihantui' Kebijakan di AS

Wiji Nurhayat - detikFinance
Kamis, 19 Des 2013 10:33 WIB
Hatta Tak Mau Ekonomi RI Dihantui Kebijakan di AS
Foto: Hatta Rajasa (dok.detikFinance)
Jakarta - Saat ini ekonomi dunia dipengaruhi oleh rencana Bank Sentral AS yaitu Federal Reserve (The Fed) yang akan mengurangi paket stimulusnya (tappering off). Kebijakan The Fed tersebut membuat dolar menguat karena investor kembali menarik uangnya dari berbagai negara, termasuk Indonesia, dan kembali berinvestasi di AS.

Kondisi rupiah memang sudah tertekan selama ini karena investor dunia sudah mengantisipasi rencana The Fed ini, dolar menguat hingga tembus Rp 12.000. Pemerintah Indonesia tidak mau ekonomi dalam negeri selalu dihantui oleh kebijakan The Fed tersebut.

"Kita sudah mengantisipasi hal itu dari smua sudah disampaikan. Kita juga jangan selalu dihantui seakan-akan kita mengalami apa gitu karena tapering off. Tapering off sesuatu yang akan terjadi, kita mempersiapkan ini dan pekerjaan rumah kita diberesin. Sudah siap untuk hal-hal itu," tutur Hatta di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (19/12/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hatta telah mengetahui, bahwa The Fed secara bertahap akan mengurangi stimulus pembelian surat utang (obligasi) US$ 85 miliar per bulan, menjadi US$ 10 miliar secara bertahap dalam 6 hingga 8 bulan.

"Memang tappering off biasanya dolar menguat akibatnya relatif mata uang regional melemah, bukan cuma kita saja. Paling penting selesaikan pekerjaan rumah kita," ujar Hatta.

(dnl/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads