BI Belum Setujui BNI Terbitkan Obligasi Sub Debt US$ 300 Juta
Kamis, 25 Nov 2004 13:11 WIB
Jakarta - Direktur Utama Bank Negara Indonesia (BNI) Sigit Pramono mengungkapkan Bank Indonesia belum memberikan persetujuan kepada pihaknya untuk menerbitkan obligasi sub debt sebesar US$ 200-300 juta. Hal itu terkait dengan tidak tercapainya target ekspansi kredit untuk tahun ini.Sebelumnya BNI menargetkan ekspansi kredit 2004 sebesar Rp 15 triliun, namun angka tersebut direvisi menjadi Rp 12 triliun. "Tapi dari angka revisi itu kemungkinan hanya tercapai Rp 10 triliun sampai akhir tahun 2004, meski pencapaian laba sesuai target," kata Sigit di Gedung BI, Jakarta, Kamis (25/11/2004).Penerbitan obligasi itu sendiri, lanjutnya, sebetulnya tidak hanya memperkuat ratio permodalan tetapi juga memperbaiki sumber pendanaan BNI. "Sekarang kan sumber dana paling dari deposito, deposito tiga bulan dan giro. Padahal kami butuh sumber dana yang sifatnya jangka panjang sehingga perlu diterbitkan sub debt," kata Sigit sambil menambahkan argumentasi tersebut akan disampaikan ke BI dalam waktu dekat. Sementara itu Wakil Presdir BII Arman B. Arif mengungkapkan sejauh ini BII belum berencana menerbitkan obligasi sub debt terkait dengan upaya memperbaiki struktur permodalan karena penerbitan itu membutuhkan sejumlah langkah dan memenuhi ketentuan BI. Sebelumnya diakui Arman, BII sudah memasukkan rencana penerbitan obligasi sub debt kepada BI dengan angka indikasi sebesar US$ 150 juta. Namun mengenai realisasi, pihaknya akan mengikuti aturan BI. Berkaitan dengan akusisi WOM Finance, menurut Arman, pihaknya belum berencana mengakusisi 100 persen untuk perusahaan tersebut. "Tidak ada akusisi langsung 100 persen, kalau ancer-ancer boleh saja. Yang pasti kita akan menyelesaikan dulu audited 1 tahun ini," katanya.
(nit/)











































