Banyak Kredit Macet, Alasan Bank Mutiara Harus Tambah Modal Rp 1,5 Triliun

Banyak Kredit Macet, Alasan Bank Mutiara Harus Tambah Modal Rp 1,5 Triliun

Herdaru Purnomo - detikFinance
Jumat, 20 Des 2013 11:50 WIB
Banyak Kredit Macet, Alasan Bank Mutiara Harus Tambah Modal Rp 1,5 Triliun
Jakarta - PT Bank Mutiara Tbk tak lagi kuat membendung tingginya rasio kredit bermasalah (NPL) yang membengkak. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) selaku pemegang saham Bank Mutiara pun akhirnya memenuhi permintaan Bank Indonesia (BI) yang mengharuskan eks Bank Century tersebut modalnya ditambah.

Kredit macet yang melambung tinggi ini mengakibatkan rasio kecukupan modal (CAR) Bank Mutiara anjlok. Sehingga, BI harus turun tangan.

"Memburuknya kualitas kredit menyebabkan CAR-nya Bank Mutiara anjlok. Pada dasarnya kinerja Bank Mutiara ini sudah bagus hanya terganggu saja oleh NPL yang ternyata debiturnya itu warisan pemilik lama," kata sumber detikFinance di Bank Indonesia, Jumat (20/12/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Oleh karena itu BI mengirimkan surat resmi ke LPS selaku pemegang saham untuk mewajibkan penambahan modal. Ini sesuai dengan aturan BI juga," tuturnya.

Sekretaris Perusahaan Bank Mutiara, Rohan Hafas mengungkapkan total kredit macet dari beberapa debitur kakap Bank Mutiara mencapai Rp 400 miliar lebih.

Dikatakan Rohan kredit macet ini merupakan warisan dari pemilik lama. "Ada debitur kakap yang sudah menunggak. Ini harus diantisipasi dengan pencadangan," katanya.

Berdasarkan dokumen yang diperoleh detikFinance, terdapat beberapa debitur kakap Bank Mutiara yang macet. Antara lain, PT Selalang Prima Internasional sebesar Rp 155,7 miliar, Enerindo (Petrobas) Rp 174 miliar, dan Polymer Spectrum yang mencapai Rp 172,4 miliar.

Akhirnya per hari ini, Jumat (20/12/2013), penambahan modal sudah disetujui oleh LPS. Sementara proses finalnya oleh LPS yang akan selesai di Senin (23/12/2013) awal pekan depan. Adapun jumlah suntikan modalnya mencapai Rp 1,5 triliun.

Sekretaris Lembaga LPS, Samsu Adi Nugroho mengatakan penambahan modal dilakukan untuk meningkatkan CAR Bank Mutiara. "Ini murni untuk meningkatkan CAR. Jadi nanti per hari Senin, CAR Bank Mutiara sudah kuat dan sesuai aturan BI," tuturnya.Dengan suntikan modal tersebut, maka Bank Mutiara bisa mendongkrak CAR hingga 14%.

Dengan penambahan modal tersebut, maka nilai atau harga penyelamatan yang harus ditanggung pemerintah ini mencapai Rp 8,2 triliun. Untuk diketahui, penyertaan modal sementara pemerintah pada tahap awal penyelamatan sampai sebelum penambahan terakhir berjumlah Rp 6,7 triliun.

(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads