Kondisi ini berbeda dengan Jepang yang kondisi wilayahnya rentan bencana gempa.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Kornelius Simanjunjak saat sosialisasi tarif premi asuransi oleh OJK di kantor pusat AAUI Jakarta, Selasa (24/12/2013).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, Kornelius mengatakan, saat ini kesadaran masyarakat Indonesia terhadap perlindungan aset dari bencana sudah menunjukkan tren perbaikan. "Kesadaran bertambah dan pertumbuhannya sesuai dengan pertumbuhan asuransi," jelasnya.
Kornelius menjelaskan, dibandngkan dengan masyarakat Jepang, terdapat perbedaan cukup signfikan soal cara pandang terhadap asuransi. Kesadaran masyarakat Jepang terhadap asuransi sangat tinggi. Bahkan saat bencana tsunami menerpa, asuransi datang membantu mengganti rugi kerugian pasca bencana.
"Di Jepang menyaksikan saat dilanda gempa dan tsunami bagaimana mereka cintai asuransi. Respect ke agen asuransi. Bencana demi bencana hadir, asuransi datang sebagai dewa. Dalam waktu 8 bulan 90% klaim asuransi diselesaikan karena industri (asuransi) kuat," sebutnya.
(feb/dnl)
