Demikian disampaikan Kakawanwil Jamsostek Riau-Sumbar, Rizani Usman kepada detikFinance di Batam, Selasa (24/12/2013). Menurutnya, potensi perserta BPJS itu juga melingkupi wilayah Provinsi Kepri.
"Kita perkirakan potensi perserta BPJS di tiga provinsi ini ada 4 juta lagi. Potensi itu kita hitung semakin banyaknya perusahaan perkebunan sawit dan industri, ditambah lagi sanksi yang diterapkan kepada perusahaan lebih berat lagi bila tidak menyertakan karyawannya sebagai BPJS," kata Rizani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau sudah BPJS kita bisa lebih menggebrak lagi ke perusahaan sesuai aturan. Karena itu kita perkirakan potensinya ada 4 juta lagi," katanya.
Saat ini dari tiga provinsi,lanjut Rizani, baru ada 700 ribu perserta Jamsostek. Dengan dana kelolaan yang mencapai Rp 1,4 triliun.
"Dulu memang selalu ada perusahaan nakal yang hanya menyertakan karyawannya sebagian kecil saja. Perusahaan pilih bayar dendanya, karena memang kecil nilanya. Sekarang dendanya Rp 1 miliar, ya mungkin dengan itu perusahaan lebih baik menyertakan karyawannya ikut BPJS," kata Rizani.
(cha/dru)











































