Pedagang atau merchant uang virtual Bitcoin terbesar di India menghentikan sementara operasinya, setelah bank sentral India memperingatkan bahaya dari penggunaan uang virtual tersebut.
Adalah BuySellBitCo.in, bandara yang menutup sementara operasinya tersebut, karena peringatan dari Reserve Bank of India selaku bank sentral di negeri hindustan.
"Kami menghentikan sementara operasi jual-beli Bitcoin sampai kami bisa mendapatkan gambaran jelas dari operasi ini," demikian pernyataan BuySellBitCo.in seperti dikutip dari AFP, Sabtu (28/12/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada underlying atau dasar dari uang virtual, apapun bentuknya, dan nilai dari uang virtual ini terbentuk lebih karena spekulasi," kata bank sentral India dalam pernyataannya.
Apalagi selama ini memang volatilitas atau pergerakan dari nilai Bitcoin sangat tajam.
Namun, karena pengaturan mata uang ini bukanlah kewenangan dari bank sentral dimanapun, maka tidak ada perlindungan kepada pengguna bila terjadi penipuan.
Peringatan dari bank sentral India ini mengikuti peringatan serupa yang dilakukan oleh bank sentral China, karena penggunaan Bitcoin yang makin marak di negara tirai bambu tersebut. Sampai saat ini, penemu dan pembuat Bitcoin masih misterius.
Untuk BuySellBitCo.in sendiri, dalam sebulan bisa melakukan transaksi jual-beli Bitcoin senilai 12 juta rupee. Di India, saat ini 1 Bitcoin dinilai 48.039 rupee (US$ 776) atau sekitar Rp 7,7 juta.
Nilai 1 Bitcoin memang terus meroket, dari hanya beberapa sen di 2010 menjadi US$ 1.200 atau Rp 12 juta pada Desember 2013 lalu. Namun nilai ini kembali jatuh.
(dnl/dnl)











































