Pelemahan Dolar AS Berlanjut, Pasar Dunia Terguncang

Pelemahan Dolar AS Berlanjut, Pasar Dunia Terguncang

- detikFinance
Sabtu, 27 Nov 2004 11:30 WIB
Jakarta - Dolar AS terus mencatat rekor terendahnya terhadap Euro dan sejumlah mata uang utama dunia lainnya. Terus melemahnya dolar AS di pasar global dinilai bisa menjadi ancaman serius yang bisa mengguncang pasar dunia. "Volatilitas mata uang telah meningkat pada beberapa pekan terakhir dan risiko dolar AS untuk terus jatuh sepertinya akan terus berlanjut. Dan ini akan menyebabkan kenaikan yang lebih besar dari suku bunga AS dan yield obligasi AS dan penyimpangan secara besar-besaran pada aset pasar dunia," kata analis valas Calyon, Mitul Kotecha seperti dilansir AFP, Sabtu (27/11/2004). Dolar AS juga terus mencatat rekor terendahnya terutama terhadap Euro. Tercatat pada awal perdagangannya Jumat (26/11/2004) kemarin, Euro sempat bertengger di 1,3329 dolar yang merupakan rekor tertinggi sejak mata uang ini diluncurkan pertama kali pada Januari 1999. Pelemahan dolar AS ini terutama disebabkan karena investor fokus pada defisit neraca berjalan dan anggaran AS yang terus membengkak. Kekhawatiran investor ini semakin berlanjut paska terpilihnya kembali George W Bush sebagai presiden AS untuk kedua kalinya.Sementara posisi dolar AS terhadap Yen Jepang juga menembus titik terlemahnya selama 5 tahun terakhir yakni menembus 102,55 yang merupakan level Yen tertinggi sejak Januari 2000. Sejumlah mata uang dunia juga terus mencatat rekor terkuatnya seperti dolar Kanada, Rand Afrika Selatan, Won Korsel dan Franc Swiss. Berita terakhir tentang dolar AS yang sempat mengguncangkan pasar dunia adalah adanya laporan dari China Business News yang berbasis di Shanghai yang menyebutkan Cina akan memotong porsi US Treasury bond-nya pada cadangan devisa valasnya. Meski kemudian berita ini dibantah, namun setidaknya telah menimbulkan kekhawatiran bahwa bank sentral di Asia, Rusia dan Timur Tengah selanjutnya akan menukar cadangan devisa dalam valasnya dari dolar menjadi Euro. Melemahnya dolar AS ini juga telah menekan sejumlah bursa global seperti indeks FTSE London yang turun 0,25 persen menjadi 4.741,5 poin, DAX 30 Frankfurt turun 0,15 persen menjadi 4.154,27 dan CAC 40 Paris turun 0,41 poin menjadi 3.782,2. Sedangkan di pasar regional, indeks Nikkei-225 turun 0,61 poin menjadi 10.833,75 poin karena kekhawatiran terus menguatnya Yen akan menekan ekspor yang selama ini menjadi motor pemulihan Jepang. Namun di New York, indeks Dow Jones naik tipis 0,02 persen menjadi 10.522,68 dan Nasdaq turun 0,03 persen pada 2.102. Menurut para analis, kenaikan indeks ini terutama karena tipisnya volume perdagangan sehubungan dengan libur panjang di AS pada Hari Thanksgiving. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads