OJK Jadi Komandan, Ini Tanggapan Perbankan

Perbankan di Tangan OJK (3)

OJK Jadi Komandan, Ini Tanggapan Perbankan

- detikFinance
Rabu, 08 Jan 2014 14:00 WIB
OJK Jadi Komandan, Ini Tanggapan Perbankan
Jakarta - Perbankan kini punya regulator baru, setelah selama puluhan tahun diatur dan diawasi oleh Bank Indonesia (BI). Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011, mulai Januari 2014 pengawasan dan pengaturan perbankan akan beralih ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Bagaimana kalangan perbankan menanggapi peralihan ini? “Ini adalah langkah positif dan kami optimistis bahwa sinergi pengawasan yang dilakukan oleh BI maupun OJK ke depan akan mampu membawa perubahan terhadap industri keuangan di Indonesia yang lebih baik,” kata Armand B Arief, Direktur Utama UOB Indonesia, di Jakarta kemarin.

Industri keuangan, lanjut Armand, merupakan kontributor besar bagi pertumbuhan ekonomi dan mempunyai dampak yang sistemik. Oleh karena itu, pengawasan yang terintegrasi oleh OJK akan lebih fokus dan efektif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BII juga mendukung peralihan tersebut. “Kami berkomitmen untuk sepenuhnya mendukung BI dan OJK dalam memastikan peralihan tugas tersebut berjalan dengan cepat dan lancar. Kami juga berterima kasih kepada BI yang telah menyelenggarakan fungsi pengawasan perbankan dengan baik dan telah mengantar perbankan Indonesia menjadi kuat seperti saat ini,” sebut BII dalam keterangan tertulisnya.

BRI pun menyatakan optimisme mereka terhadap perubahan ini. Sofyan Basir, Direktur Utama BRI, mengatakan pengawasan OJK yang terintegrasi akan berdampak positif.

“Kami menyambut baik dan mendukung sepenuhnya. Banyak hal positif dari pengalihan ini karena pengawasan akan menjadi lebih fokus dan terintegrasi dengan institusi keuangan lainnya. Selain itu juga akan lebih efektif karena pengawasan sektor perbankan dan keuangan dilakukan oleh satu lembaga yang sama," papar Sofyan.

Henry Ho, Direktur Utama Bank Danamon, mengatakan pihaknya merasakan hal positif dari pengawasan terintegrasi oleh OJK. Ini karena Bank Danamon memiliki beberapa lini usaha yang bergerak di jasa keuangan non-bank.

“Danamon melihat pengalihan ini sebagai sesuatu yang positif. Selain jasa perbankan, Danamon juga memberi layanan multifinance, asuransi, serta kredit barang melalui anak usahanya yaitu Adira Finance, Adira Insurance, dan Adira Kredit. Kami harap proses pengalihan ini dapat berjalan dengan lancar serta akan meningkatkan efisiensi dalam industri keuangan,” kata Ho.

Kostaman Thayib, Direktur Utama Bank Mega, mengapresiasi upaya BI untuk memuluskan transisi pengawasan perbankan. Ke depan, Bank Mega meyakini OJK akan mampu menjadi regulator industri keuangan terbesar di Indonesia.

“Kami akan mendukung pengawasan sektor perbankan dan keuangan berada di bawah kepemimpinan OJK. Kami memiliki keyakinan OJK akan berhasil karena memiliki SDM yang profesional dari BI dan Bapepam-LK. Semoga ke depan pengawasan sektor perbankan dan keuangan di bawah OJK akan semakin baik” tutur Kostaman.


(hds/DES)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads