Mengawasi bank bukan tugas mudah. Lembaga keuangan ini sangat berperan dalam perekonomian dan dominan di industri keuangan. Jika salah urus, maka bisa-bisa perbankan menjadi biang kerok terjadinya krisis.
Muliaman Hadad, Ketua Dewan Komisioner OJK, menilai ada beberapa tantangan dalam menjaga kestabilan industri perbankan. Pertama adalah memastikan kecukupan modal.
"Ini sama seperti shockbreaker dalam kendaraan karena mencegah terjadinya gejolak dan kita tetap bisa tidur nyenyak. Modal yang kuat itu mencegah risiko," sebut Muliaman.
Apalagi, lanjut Muliaman, ada saja hal-hal yang berpotensi membuat perekonomian mengalami gejolak seperti pengurangan stimulus moneter di Amerika Serikat (tapering off). Jika perbankan domestik tidak punya modal kuat, maka bisa-bisa terimbas sentimen negatif di pasar keuangan.
“Tapering off memang urusan di AS, tapi kita perlu fokus pada pekerjaan di rumah sendiri. Ketika ada shock, kita harus bisa tetap menjaga dengan modal yang cukup,” kata Muliaman.
Tantangan kedua adalah menjaga pertumbuhan industri perbankan di tingkat yang sehat dan stabil. Pertumbuhan yang terlalu cepat tidak selalu aman, tetapi kalau terlalu lambat juga merugikan industri perbankan sendiri.
“Kendalikan pada kecepatan yang aman. Berapa yang pas, tergantung pemilik masing-masing,” ujar Muliaman.
Ketiga adalah manajemen risiko aset perbankan. Kini semakin banyak bank yang memiliki anak usaha di berbagai lini bisnis seperti asuransi, pembiayaan, dan sebagainya. Ini membuat aset bank menjadi berisiko karena terekspos dengan industri lain.
Ke depan, Muliaman ingin anak-anak perusahaan ini tidak menjadi risiko bagi perusahaan induknya. “Untuk setiap anak perusahaan dari perbankan harus ada salah seorang direksi yang menjaga. Supaya audit dan bentuk aktivitas dapat terkontrol dengan baik," tegasnya.
OJK, demikian Muliaman, berkomitmen agar kasus-kasus yang membelit perbankan tidak lagi terulang. “Kami akan melakukan penguatan pengawasan. Mudah-mudahan dengan pendekatan pengawasan yang lebih terintegrasi kita bisa mengurangi lubang-lubang yang mungkin selama ini terjadi,” katanya.
Menurut Muliaman, sejauh ini industri perbankan sudah cukup sehat dan tumbuh stabil. Ini akan memudahkan OJK dalam menjalankan tugas baru mereka. “OJK bertekad menjadi bagian di setiap kegiatan sektor perbankan," ujarnya.
(hds/DES)











































