Asumsi Harga Minyak 2004 Meleset, Naik Jadi 37,63 US$/Barel
Senin, 29 Nov 2004 10:27 WIB
Jakarta - Pemerintah memperkirakan realisasi harga minyak APBN 2004 akan meleset dari asumsi dalam APBNP yang ditetapkan 36 dolar AS/barel menjadi sekitar 37,63 dolar AS/barel.Akibat melesetnya asumsi harga minyak tersebut, defisit anggaran akan membengkak dari 1,3 persen terhadap PDB menjadi berkisar antara 1,4-1,5 persen terhadap PDB.Hal itu disampaikan Menkeu Jusuf Anwar saat raker pertama dengan Komisi XI DPR RI di Gedung MPR, Jl. Gatot Soebroto, Jakarta, Senin, (29/11/2004)."Kecuali harga minyak mentah yang diperkirakan akan lebih tinggi, berbagai variabel ekonomi lainnya diperkirakan masih tetap sejalan dengan perkiraan yang semula diasumsikan dalam APBNP 2004," kata Jusuf.Adapun asumsi dasar APBNP 2004 yang realisasinya diperkirakan masih sejalan adalah pertumbuhan ekonomi sebesar 4,8 persen, inflasi sebesar 7 persen, nilai tukar Rp 8.900/dolar AS, produksi minyak 1,072 juta barel/hari dan tingkat bunga SBI rata-rata 7,5 persen.Sementara itu, menyangkut perkembangan realisasi defisit, menurut Jusuf, berdasarkan data per 23 November 2004 telah mencapai Rp 24,994 triliun atau 95,1 persen dari sasarannya yang sebesar 26,271 triliun atau realisasinya telah mencapai 1,26 persen dari PDB.Jusuf juga mengungkapkan, realisasi pendapatan negara dan hibah per 23 November 2004 mencapai Rp 316,094 triliun atau 78,3 persen dari sasaran. Sedangkan, realisasi belanja negara mencapai Rp 341,089 triliun atau 79,3 persen dari sasaran.Menyangkut upaya menutup defisit, Jusuf mengatakan, defisit tersebut bisa dipenuhi dari realisasi sumber-sumber pembiayaan yang berasal dari privatisasi, penjualan aset program restrukturisasi perbankan, surat utang negara, pembiayaan luar negeri serta penggunaan sementara rekening pemerintah di Bank Indonesia.
(mi/)











































