Realisasi Pengeluaran Bunga SUN di APBN 2004 Turun Rp 1,5 T
Senin, 29 Nov 2004 11:01 WIB
Jakarta - Pemerintah memperkirakan realisasi pengeluaran bunga Surat Utang negara (SUN) dalam APBN 2004 akan lebih rendah dari target, yakni sebesar Rp 39,8 triliun dari target Rp 41,3 triliun.Turunnya pengeluaran bunga SUN tersebut sebagai akibat rendahnya realisasi tingkat bunga rata-rata Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dibandingkan asumsi yang ada dalam APBN."Selain faktor SBI, penurunan juga disebabkan lebih rendahnya biaya penerbitan SUN selama tahun 2004 karena membaiknya minat pasar yang tercermin daris eringnya terjadi over subcribed (kelebihan pesan) tiap kali pemerintah melakukan lelang SUN," ungkap Menkeu Jusuf Anwar dalam raker dengan Komisi XI di Gedung MPR/DPR, Jl. Gatot Soebroto, Jakarta, Senin, (29/11/2004).Dijelaskan Menkeu, meningkatnya minat pasar tersebut mengarah kepada semakin turunnya spread antara tingkat bunga SBI dan imbal hasil SUN secara umum. Oleh karena itu, lanjutnya, upaya mengurangi beban bunga SUN seyogyanya dilakukan melalui langkah-langkah kebijakan yang terintegrasi dengan kebijakan moneter dan kebijakan fiskal yang berhati-hati.Pada tahun 2004 ini, lanjut Menkeu, pemerintah menargetkan penerbitan SUN sebesar Rp 32,3 triliun yang akan digunakan untuk menutup pelunasan SUN sebelumnya sebesar Rp 24,1 triliun dan sisanya sebesar Rp 8,2 triliun digunakan untuk membiayai defisit anggaran.Sedangkan, dalam tahun anggaran 2001, penerbitan SUN direncanakan sebesar Rp 43 triliun yang akan digunakan untuk menutup pelunasan SUN sebesar Rp 20,9 triliun dan sisanya sebesar Rp 20,1 triliun akan digunakan untuk menutup APBN 2005.Dalam APBN 2005, pengeluaran bunga SUN diperkirakan akan mencapai Rp 39,6 triliun.
(mi/)











































