Bank Panin Syariah Siapkan Rp 380 Miliar Bangun 20 Kantor Cabang

Bank Panin Syariah Siapkan Rp 380 Miliar Bangun 20 Kantor Cabang

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Rabu, 15 Jan 2014 10:44 WIB
Bank Panin Syariah Siapkan Rp 380 Miliar Bangun 20 Kantor Cabang
Jakarta -

PT Bank Panin Syariah Tbk (PNBS) terus melakukan ekspansi dengan pengembangan jaringan kantornya di berbagai wilayah di Indonesia.

Tahun ini, perseroan bakal membangun sedikitnya 20 kantor cabang yang tersebar di wilayah Jabodetabek dan luar Jawa seperti Medan, Palembang, Makassar, Kalimantan, Banjarmasin, dan Balikpapan.

Direktur Utama Bank Panin Syariah Deny Hendrawati mengatakan, pembangunan kantor cabang tersebut dananya diambil dari 80% dana hasil Initial Public Offering (IPO) sebesar Rp 475 miliar. Artinya, untuk kantor cabang ini perseroan telah menyiapkan dana sekitar Rp 380 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk meningkatkan pelayanan dan pembiayaan kita buka cabang di Jabodetabek dan luar Jawa. Dananya diambil 80% dari IPO," kata dia usai pencatatan saham perdananya di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (15/1/2014).

Dia menjelaskan, pembangunan kantor cabang tersebut juga untuk meningkatkan kegiatan usaha perseroan di bidang Lembaga Keuangan Mikro (LKM).

"Tahun ini dari 10 kantor akan tambah 20 kantor jadi total 30 kantor, ini kita rencakan dengan baik, penambahan ini untuk retail banking dan kerjasama LKM di berbagai derah," ujar dia.

Selain itu, dia menambahkan, penambahan kantor cabang ini sekaligus untuk melayani masyarakat dalam pembiayaan dan kebutuhan haji dan umroh. Pasalnya, saat ini potensi pasar haji dan umroh semakin besar. Hal ini perlu dibarengi dengan kemudahan mengakses ke perbankan.

"Kita boleh mengelola dana haji dan umroh. Sekarang kan haji waiting list 10 tahun. Kita dapat jatah 240 ribu, sementara sekarang pendaftar 400 ribu tiap tahun. Belum lagi yang umroh 600-800 orang ribu per tahun. Itu potensi besar," cetusnya.

Lebih jauh Deny optimistis PNBS mampu menyalurkan kredit hingga Rp 3,8 triliun atau naik 46% dari kredit tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp 2,6 triliun.

Pihaknya optimistis akan bisa mengejar pertumbuhan kreditnya di tahun ini menjadi lebih agresif seiring perkembangan perusahaannya yang sudah melantai di bursa saham.

"Kita optimis ya. 2014 tumbuh kredit dari Rp 2,6 triliun akan naik jadi Rp 3,8 triliun," kata dia.

Dia menjelaskan, perseroan akan berfokus pada penyaluran kredit di sektor mikro di tahun ini hingga 70%.

"Kredit akan banyak disalurkan ke mikro. Saat ini 60%, kita ingin bisa lebih sampai 70% tahun ini," tuturnya.

Dia menyebutkan, perseroan juga menargetkan bisa menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) di tahun ini sebesar Rp 4 triliun dari perolehan DPK di tahun sebelumnya yang hanya Rp 2,87 triliun.

Saat ini, perseroan telah membukukan pertumbuhan aset sebesar Rp 4,1 triliun dan pembiayaan sebesar Rp 2,6 triliun.

(drk/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads