Deputi Gubernur BI Ronald Waas mengatakan untuk wilayah terpencil di pulau Kalimantan, para pegawai BI terpaksa menggunakan perahu. Berbeda dengan di perkotaan yang menggunakan mobil kas keliling.
"Kalau di Jakarta atau pusat kota itu biasanya berbentuk mobil kas keliling. Tapi Kalimantan kita terpaksa pakai perahu, kita jalani satu-satu desa untuk diberikan kesempatan uang yang lebih baru sesuai dengan pecahan yang dibutuhkan," ungkapnya di kantor pusat BI, Jakarta, Kamis (16/1/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kas keliling kita laksanakan 5 kali pada tahun 2013. Lebih baik dari tahun 2012 dan tentunya kita akan tingkatkan kedepan," jelasnya
BI kedepan juga akan memanfaatkan berbagai cara menembus daerah terpencil di Indonesia. Terutama dalam momen hari besar keagamaan. "Kerjasama layanan kas keliling itu akan dioptimalkan termasuk pada momen besar hari keagamaan," kata Ronald.
Di samping itu BI juga meningkatkan pola distribusi uang. Untuk kota-kota besar masih mengandalkan 11 depo kas yang tersebar secar startegis. Sementara untuk kota terpencil akan meminta bantuan beberapa pihak.
"Wilayah timur kita akan bangun sentra pengedaran uang di wilayah timur. Kita juga akan kerjasama dengan TNI AL dan Polair dan pihak lainnya," ujarnya.
(mkl/dru)











































